RADAR JOGJA – Penggunaan aplikasi Peduli Lindungi bakal menjadi syarat wajib untuk bepergian maupun berkunjung ke tempat-tempat umum. Selain itu juga untuk mengunjungi daerah lain. Upaya untuk memperluas penggunaan aplikasi itu sedang disiapkan, termasuk di DIJ.

Setelah diujicobakan di mal, penggunaannya akan diperluas mulai objek wisata, restoran, sekolah, warung makan, hingga angkringan. “Sudah diberlakukan di mal dan tempat wisata. Bahkan nanti sampai warung-warung angkringan akan kami berlakukan,” jelas Sekprov DIJ Kadarmanta Baskara Aji kemarin (5/9).

Dijelaskan, aplikasi tersebut difungsikan sebagai alat skrining untuk memastikan masyarakat yang bepergian telah tervaksin, setidaknya dosis pertama. Dibuktikan dengan cara memindai kode pada sertifikat vaksinasi lewat aplikasi Peduli Lindungi.

“Saya kira keputusan pemerintah akan jadi satu-satunya paspor masuk ke lokasi berkerumun. Karena di sana akan ada informasi vaksin berapa kali, orang itu positif atau tidak, karena semua laboratorium yang melakukan PCR harus meng-input data ke Peduli Lindungi,” ungkapnya.

Saat ini pihaknya masih menunggu pengiriman QR code aplikasi Peduli Lindungi dari pemerintah pusat. QR code itu nantinya akan disebar di tempat-tempat umum. Aplikasi itu juga dapat mempermudah instansi pemerintah melakukan tracing kontak kasus positif, jika ditemui penularan Covid-19.

Sebab, riwayat perjalanan masyarakat akan terekam aplikasi Peduli Lindungi saat penggunanya melakukan pemindaian QR code di suatu lokasi. “Supaya kalau kita scan dan hasilnya merah, itu orang yang datang di tempat dan koordinat yang sama akan diberitahu bahwa Anda baru saja ketemu orang yang merah (positif Covid-19, Red),” lanjutnya.

Aji melanjutkan, untuk pendataan para penerima QR code di DIJ akan dilakukan dengan melibatkan asosiasi dan perhimpunan yang ada “Yang mendata dari komunitas masing-masing. PHRI, Asita, GIPI, dan asosiasi mal itu,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIJ Paku Alam X meminta kepada pemerintah pusat untuk menjamin keamanan data pengguna aplikasi Peduli Lindungi. Sebab, data-data sensitif masyarakat seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK) akan dihimpun melalui aplikasi itu.

“Mohon kiranya untuk dijaga bersama agar data tersebut aman,” jelas wakil gubernur DIJ ini di Gedhong Pracimosono, Kompkeks Kepatiha, saat menggelar rapat koordinasi bersama pemerintah pusat baru-baru ini.

Paku Alam X juga berharap kecepatan penggunaan aplikasi Peduli Lindungi dapat ditingkatkan, utamanya di ruang-ruang publik agar tidak terjadi jeda yang terlalu lama saat digunakan. Sebab, hal itu dikhawatirkan dapat memunculkan antrean kerumunan. (kur/laz)

Jogja Raya