RADAR JOGJA – Komitmen untuk menetapkan fasilitas layanan publik wajib masker dan vaksin, makin diperbanyak di Kota Jogja. Balai Kota Timoho misalnya. Setelah lebih dulu menjadi kawasan wajib masker bagi yang memasuki, kini diperkuat lagi dengan wajib vaksin, seperti layaknya mal.

Pantauan Radar Jogja di pintu masuk Balai Kota kemarin (2/9), tidak sedikit masyarakat yang masuk lingkungan Pemkot Jogja itu diberhentikan petugas Satpol PP. Mereka dicek kelengkapan masker dan juga identitas vaksin, serta kepentingannya.
Sejumlah warga yang sudah lengkap dengan identitas vaksin dan masker, dipersilakan masuk melanjutkan urusannya dan diberikan gelang vaksin oleh petugas sebagai tanda orang yang berada di lingkungan Balai Kota sudah tervaksin semua. Namun sebaliknya, warga yang belum lengkap dengan identitas vaksin, terpaksa harus memarkirkan motornya dan diarahkan untuk ke layanan mobil vaksin yang sudah terparkir di sebelah utara Masjid Diponegoro kompleks itu.

Yuni Aruisasi salah satunya. Ia tidak menyangka akan dicegat oleh petugas dan ditanyai kartu vaksin sebagai identitas masuk Balai Kota, meski sudah bermasker. Ia baru tahu bahwa kawasan layanan publik itu baru saja ditetapkan sebagai kawasan wajib vaksin.

Perempuan 35 tahun itu datang bersama dua anaknya. Alih-alih datang mau mengurus KTP anaknya, justru dapat vaksin gratis sekaligus. “Ya, beruntung saja ke sini sekalian malah dapat vaksin tanpa harus ribet. Setelah itu, baru mengurus KTP,” katanya saat ditemui di lingkungan pemkot kemarin.

Selama dua pekan Yuni sudah mencari pendaftaran vaksin secara online. Tetapi selalu kehabisan kuota dan mencari layanan pendaftaran lain. Sama saja, kuota juga selalu habis hingga akhirnya tidak pernah mencari lagi.

“Baru hari ini rencana ingin ke Balai Kota, akhirnya malah dapat vaksin. Senang ya, karena tidak perlu daftar online lagi,” ujar warga Jogja ini.

Pengunjung lain, Sri Lestari mengatakan, sebenarnya sudah terjadwal tanggal 13 September mendatang untuk vaksinasi di Kulonprogo. Warga asli dan domisili Kulonprogo itu merasa diuntungkan dan tidak perlu lagi menunggu lama untuk bisa diimunisasi Covid-19.

“Ya, bagus banget ini. Saya cari jadwal reguler saja susah sekali. Niat mau ngantar catering ke sini, malah langsung dapat vaksin gratis tanpa ribet. Alhamdulillah,” katanya dengan wajah semringah.

Perempuan 25 tahun itu cukup sering mobilitas ke Balai Kota dari Senin hingga Jumat untuk mengantar catering makanan ke salah satu OPD di sana. Sebelumnya, tidak pernah diberhentikan ketika memasuki kawasan Balai Kota karena lengkap dengan masker.

“Tadi kaget kok dicegat. Ternyata saya belum vaksin dan disuruh ke sini. Lega aja rasanya (sudah vaksin, Red), mau kemana-mana juga udah ada kartunya. Nngak was-was lagi,” tambahnya.

Ya, lingkungan Balai Kota Timoho sudah ditetapkan sebagai kawasan wajib masker dan vaksin per kemarin (2/9). Konsekuensinya, siapa pun yang ingin berurusan dengan pemkot di Balai Kota, paling tidak sudah tervaksin. Hal ini juga bagian dari upaya penguatan pemkot untuk berkomitmen agar vaksinasi bisa dilakukan secara lebih cepat.

“Ini mendorong, bukan menyulitkan. Kalau menyulitkan itu kita menghalangi. Ini justru membuat mereka supaya segera vaksin,” kata Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi (HP), usai mencanangkan Balai Kota kawasan wajib masker dan vaksin.

Komitmen ini untuk menumbuhkan kepercayaan agar mereka semua mendapatkan kepastian jaminan bahwa lingkungan Balai Kota adalah lingkungan yang sehat dan potensi sebaran virus koronanya rendah. Dan ini akan berlaku seterusnya, sehingga warga harus terbiasa ketika hendak masuk lingkungan Balai Kota akan ditanyai kartu vaksin.

“Mereka yang belum vaksin kami arahkan vaksin dulu di mobil vaksinasi, lalu bisa melanjutkan urusannya. Walaupun bukan warga kota, bisa divaksin di sini. Tapi nanti akan seleksi dulu oleh petugas tentang keperluannya. Kalau keperluannya tidak terkait di sini, ya bisa balik,” tambahnya.

Mereka akan mendapat suntikan vaksin di sebuah mobil yang dominan warna ungu dan didesain khusus untuk layanan vaksinasi. Terparkir si sebelah utara Masjid Diponegoro. Semula, mobil vaksin ini untuk menyasar ke wilayah yang memiliki capaian vaksinasi rendah. Tetapi, operasional mobil vaksin dilakukan lebih dulu untuk mendukung di Balai Kota, sembari menyiapkan tempat yang memadai.

“Mobil sementara standby di sini. Nanti kalau sudah siap, tempatnya tidak dalam bentuk mobil. Mobil akan kita puter ke mana-mana,” jelas HP yang menyebut kuota vaksinasi pengunjung Balai Kota 100 orang per hari.

Capaian vaksinasi di Kota Jogja sudah lebih dari 430 ribu orang. Di antara itu penduduk Kota Jogja yang sudah divaksin sekitar 45 persen dari total 415 ribu penduduk.

PLT Asisten Sekda Bidang Administrasi Umum Pemkot Jogja Kris Sardjono Sutedjo menambahkan, dalam sehari rata-rata ada sekitar 1.000 orang yang masuk ke lingkungan Balai Kota Timoho. Sehingga, upaya ini sebagai cara antisipasi agar bisa menjamin keamanan dan kenyamanan dari sebaran Covid-19 dan sudah tervaksin semua.

“Meskipun dari seribu itu yang belum vaksin cuma berapa persennya saja. Tapi kita harus antisipasi, maka kita genjot entek-entekan supaya siapa pun bisa tervaksinasi,” katanya.

Percepatan vaksinasi ini juga dilakukan di empat sentra yakni XT- Square, PDAM, BPD DIJ, dan SMAN 7 Jogja dengan kapasitas masing-masing mencapai maksimal dua ribu orang per hari. Kecuali BPD DIJ yang hanya melayani Sabtu dan Minggu.

Disamping juga dilakukan reguler di 18 puskesmas, 13 rumah sakit, dan dua klinik dengan kapasitas 100-150 dosis per hari. Rumah sakit juga ditingkatkan. Kapasitas vaksinasi pun ditingkatkan dalam seharinya seiring penambahan sentra layanan vaksin menjadi 10-11 ribu dosis per hari.

“Persediaan vaksin untuk kota aman. Saat ini masih sekitar 100 ribu dosis, sebagian besar Sinovac. Kami juga dapat bantuan 50 ribu dosis Sinovac dari TNI , jadi stok sekitar 150 ribu dosis,” tambahnya.

Direncanakan juga sentra vaksinasi di wilayah kemantren akan digulirkan dengan target minimal 500 orang. “Bisa pakai mobil vaksin atau tim, tergantung sasarannya nanti bisa menyediakan tempat tidak. Tapi kalau cuma 20 orang, silakan diarahkan ke puskesmas atau sentra terdekat,” ujarnya. (laz)

Jogja Raya