RADAR JOGJA – Meski masih dalam status PPKM Level 4, banyak wisatawan mulai berwisata di DIJ. Keberadaan jalur tikus hingga joki dari warga sekitar obyek wisata dituding jadi penyebab banyaknya wisatawan yang lolos.

Kepala Satpol PP DIJ Noviar Rahmad menegaskan, hampir semua destinasi wisata di DIJ juga masih ditutup. Sejauh ini hanya kawasan Malioboro saja yang sudah dibuka. Itupun dengan berbagai pembatasan. Satpol PP DIJ menemukan ribuan wisatawan yang nekat. Mereka kebanyakan menuju destinasi wisata yang ada di Kabupaten Bantul dan Gunungkidul. Terutama destinasi wisata pantai. “Akhir pekan kemarin mungkin ada ribuan yang kami paksa putar balik,” ujar Noviar Rabu (1/9).

Menurut Noviar, pihaknya sudah melakukan penjagaan di pintu masuk destinasi wisata tersebut. Namun, wisatawan masih bisa menemukan jalur-jalur tikus. Dia menuding, itu berkat bantuan dari warga sekitar. “Ada joki, mereka dibayar sampai Rp 50 ribu,” jelas Noviar.

Noviar mengaku sulit mengantisipasi keberadaan para joki tersebut. Ia hanya meminta kepada masyarakat yang selama ini mendapatkan penghasilan dari destinasi wisata untuk terus bersabar. “Jika nanti level PPKM diturunkan, praktis destinasi diwata perlahan juga akan dibuka, ” tandasnya.

Sekprov DIJ, Kadarmanta Baskara Aji juga sadar dengan mulai banyaknya wisatawan dari luar daerah yang masuk ke DIJ. Maka dari itu Aji menegaskan sampai sekarang destinasi wisata masih belum boleh dibuka.

Ia juga meminta para pengelola destinasi wisata bisa berlaku tegas. Jika ada wisatawan yang masuk, segera disuruh keluar.  “Jadi ya harus tega, nanti kalau naik lagi (kasus Covid-19) bagaimana,” ujar Aji. (kur/pra)

Jogja Raya