RADAR JOGJA – Sambil terus menggenjot vaksinasi, pelaku wisata juga mulai menyusun strategi peningkatan kunjungan wisata. Di antaranya dengan mengusulkan penerapan program sandbox. Di Thailand sudah terbukti mampu meningkatkan okupansi.

“Sandbox seperti yang diberlakukan di Thailand terbukti mampu meningkatkan okupansi hotel dari nol persen jadi sekitar 37 persen,” kata Ketua YHI – KOWANI Prof. Wiendu Nuryanti, M.Arch. PhD di sela penutupan vaksin merdeka KOWANI-vaksin wisata di Balai Shinta, Gedung Mandala Bhakti Wanitatama, Rabu (1/9).

Sandbox adalah konsep wisata, yang wisatawan tidak perlu melakukan karantina tetapi harus tinggal di lokasi wisata setidaknya selama 14 hari dan selanjutnya diperbolehkan mengunjungi destinasi lain. Syaratnya wisatawan sudah harus sudah lengkap dua kali divaksin. Lokasi wisata juga harus berada di zona hijau. Semua pelaku wisatanya pun sudah divaksin. Konsep tersebut kini sedang dipersiapkan untuk diujicobakan di Bali.

Menurut dia, konsep CHSE untuk lokasi wisata menjadi penting diterapkan. Pekerjanya juga dikarantina tidak boleh pulang dalam waktu tertentu. Untuk menjamin sterilisasi pekerjanya. Mantan Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI itu juga menyebut, untuk pengawasan bisa memaksimalkan peran pokdarwis maupun organisasi masyarakat setempat. “Sehingga lokasi wisata hingga desa wisata berlomba-lomba mewujudkannya, termasuk untuk vaksinasi,” katanya.

Untuk vaksinasi sendiri, Wiendu mengatakan, jika minimal sudah 80 persen warga divaksin baru bisa menggerakkan pariwisata. Karena itu pula, KOWANI selama tiga hari berturut-turut dimulai 30 Agustus hingga 1 September 2021 menggelar vaksinasi untuk 3.000 orang. Sasaran penerima vaksin adalah keluarga organisasi wanita dan para pekerja wisata serta masyarakat umum. Hari ini adalah hari terakhir menuju 3.000 vaksin.

Kegiatan Pelayanan “Vaksinasi Merdeka Kowani – Vaksin Wisata” di Kompleks Mandala Bhakti Wanitatama, yang juga membuka layanan Isoman di Villa Arimbi ini, berharap bisa terus melayani masyarakat dengan menjadi sentra Vaksin yang bersifat berkelanjutan. Prof. Wiendu menggarisbawahi pentingnya perlu terus dilakukan secara konsisten dan cepat untuk segera membentuk herd immunity yang semakin luas dan kuat bagi masyarakat Jogjakarta dan khususnya masyarakat pariwisata, agar kegiatan pariwisata dan ekonomi kreatif yang merupakan pilar penting perekonomian Jogjakarta segera pulih dan tumbuh kembali. “Dengan demikian ekonomi Jogjakarta secara keseluruhan akan segera bangkit kembali,” tuturnya.

Ketua Umum KOWANI Dr. Ir. Giwo Rubiyanto Wiyogo, M.Pd, dan Kepala Dinas Pariwisata DIJ Singgih Raharjo mendukung upaya yang berkelanjutan dari pelaksanaan kegiatan vaksinasi ini untuk menjangkau sasaran penerima yang lebih banyak lagi untuk mempercepat pemulihan perekonomian Jogjakarta pada khususnya, dan nasional pada
umumnya. Pelaksanaan kegiatan pelayanan vaksin secara keseluruhan berjalan dengan lancar, nyaman, penuh hospitality. Dengan kegiatan pelayanan vaksin ini, diharapkan semakin banyak warga DIJ yang tervaksinasi. (*/pra)

Jogja Raya