RADAR JOGJA – Gubernur DIJ, Hamengku Buwono (HB) X ┬ámemastikan belum akan menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) dalam waktu dekat. Kebijakan ini diambil atas pertimbangan dinamika kasus Covid-19 di Jogjakarta. Terlebih vaksinasi di kalangan pelajar belum mencapai 80 persen.

HB X tak terburu-buru atas imbauan PTM oleh Mendikbud Nadiem Makarim. Dia tak ingin ada klaster Covid-19 di lingkungan sekolah. Khususnya para siswa dan guru.

“Kami enggak berani. Kalau saya enggak berani. Ya memang kemarin tidak ada larangan vaksinasinya tapi tetap ada resiko,” jelas Gubernur DIJ, Hamengku Buwono (HB) X, Senin (30/8).

HB X berkaca pada sejumlah kasus Covid-19 di Jogjakarta. Penularan sudah berada di level lingkungan terdekat. Tak menutup kemungkinan di lingkungan sekolah. Penyebabnya adalah cukup eratnya kontak diantara siswa dan guru.

Dia juga tak ingin Pemprov DIJ gegabah dalam membuat kebijakan. Terlebih di tengah masa pandemi Covid-19. Lebih khusus lagi dengan objek siswa dan para guru.

“Tatap muka terus akeh sing OTG tur aku di TUN (gugat PTUN) piye. Kan susah juga. Ya enggak berani. Masyarakat bisa TUN karena ini instruksi Bapak Bubernur jadi banyak yang merah (zonanya),” katanya.

Fokus utama Pemprov DIJ, lanjutnya, adalah gerakan vaksinasi ke seluruh lini sektor. Termasuk lingkungan sekolah dengan sasaran utama siswa dan guru. Setidaknya menembus target 80 persen untuk vaksin dosis pertama.

“Kalau saya lebih cenderung guru itu harus divaksin, murid juga divaksin biarpun mungkin cuma sekali. Tapi kan sudah tumbuh imunitas pada dirinya. Jadi risiko positif itu ringan,” ujar HB X.

Beberapa sekolah telah melakukan persiapan PTM. Khususnya para guru di sekolahnya masing-masing. Langkah ini guna mengantisipasi apabila skema tersebut mendapat lampu hijau.

Salah satunya adalah SDN Tukangan Pakualaman. Sekolah ini telah melakukan sejumlah persiapan. Seperti tata kelas, protokol kesehatan dan skema PTM

“Sudah kami siapkan. Nanti satu siswa itu satu meja satu kursi. Jadi tidak duduk berjejer. Meja juga diatur jaga jarak,” kata Kepala SDN Tukangan Sardi.(dwi/sky)

Jogja Raya