RADAR JOGJA – Gunung Merapi di perbatasan DIJ-Jateng masih terus mengeluarkan guguran lava pijar. Minggu (29/8) pagi, gunung api teraktif di dunia ini tercatat meluncurkan dua kali lava pijar.

Guguran lava pijar terjadi selama periode pengamatan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Tekonologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogjakarta selama enam jam terakhir yakni pukul 00.00-06.00. Kepala BPPTKG Hanik Humaida menuturkan, jarak luncur material vulkanik sejauh 1.500 meter. Seluruhnya mengarah ke barat daya. “Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 150 meter di atas puncak kawah,” bebernya.

Hasil amatan meteorologi menunjukkan cuaca berawan di sekitar Merapi. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah barat. “Suhu udara 13-19 °C, kelembaban udara 77-94 persen, dan tekanan udara 653-707 mmHg,” jelasnya.

Menimbang hasil pengamatan itu, maka status Gunung Merapi saat ini tetap berada di level III atau Siaga. Adapun potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah Sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.

Sedangkan lontaran material vulkanik, bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak. “Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali,” bebernya.

Gunung yang memiliki tinggi 2.930 mdpl itu juga sempat mengeluarkan awan panas pada Sabtu (28/8) sore. Awan panas itu menimbulkan hujan abu di beberapa kecamatan di Magelang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dampak hujan abu akibat awan panas guguran Merapi, antara lain, terjadi di Kecamatan Srumbung. Terdiri atas Desa Kradenan, Srumbung, Kaliurang, Kemiren, Banyuadem, Jerukagung dan Desa Ngablak.

Sedangkan untuk Kecamatan Salam terdampak abu antara lain Desa Sucen dan Desa Kadiluwih. Kemudian Kecamatan Ngluwar terdiri atas Desa Jamuskauman, Somokaton, Plosogede, Bligo, dan Desa Ngluwar. (kur/laz)

Jogja Raya