RADAR JOGJA – Adanya mahasiswa luar daerah yang meninggal karena terkonfirmasi positif Covid-19 membuat prihatin GKR Hemas. Karena itu, melalui Gerakan Kemanusiaan Republik (GKR) Indonesia akan melakukan vaksinasi massal untuk mahasiswa luar daerah di DIJ.

Rencananya akan digelar pada Senin-Selasa (30-31/8) di Sasono Hinggil Keraton Jogja. Karena melibatkan mahasiswa dari seluruh Indonesia, kegiatan ini dinamakan “Vaksinasi Bhineka Tunggal Ika, dengan mengambil slogan Satu Nusa Satu Bangsa Satu Tekad Maju Bersama”. ” Karena tujuannya juga merawat serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” kata GKR Hemas saat jumpa pers, Jumat (27/8).

Istimewanya lagi, vaksinasi tersebut juga digelar berbarengan dengan momentum peringatan sembilan tahun disahkannya UU nomor 13 tahun 2012 tentang Keistimewaan DIJ. GKR Hemas menyebut, dalam salah satu tujuan Keistimewaan DIJ, seperti yang tercantum dalam pasal 5 ayat 1 huruf C adalah, mewujudkan tata pemerintahan dan tatanan sosial yang menjamin ke-Bhineka Tungal Ika-an dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Amanat dalam UU ini wajib diimplementasikan,” katanya.

Selain itu, pilihan vaksinasi pada mahasiswa juga supaya perkuliahan tatap muka segera bisa dimulai kembali. Anggota DPD RI itu juga menilai, mahasiswa luar daerah menjadi salah satu yang rentan tertular Covid-19. Dia mengaku perihatin banyak anak muda yang meninggal karena terpapar Covid-19. Di DIJ, lanjut dia, 80 persen kematian Covid-19, karena belum divaksin. “Tujuanya juga membantu menyelesaikan vaksinasi pemerintah dengan melibatkan semakin banyak orang yang tinggal di DIJ,” jelasnya.

Meskipun begitu, ibu lima puteri itu juga mengingatkan supaya anak muda tetap menerapkan protokol kesehatan. Meski sudah divaksin. Dari pengamatannya selama pandemi ini, GKR Hemas masih melihat banyak anak muda yang nongkrong, kumpul-kumpul. Dia mengingatkan, saat kumpul juga harus memakai masker hingga jaga jarak. Tak lupa, dia juga meminta bisa saling menjaga antarmahasiwa. Terutama jika ada rekannya yang sakit diminta segera ke layanan kesehatan. “Karena gejala Covid-19 tiap orang berbeda, jangan disepelekan, ah hanya flu biasa,” pesannya.

Sementara itu salah satu mahasiswa asal Sorong, Papua Alex Sani menyambut baik vaksinasi massal untuk mahasiswa luar daerah. Menurut dia, selama ini mahasiswa luar daerah kesulitan untuk mengikuti vaksinasi karena faktor domisili. Padahal saat ini, lanjut dia, untuk pulang ke Papua dengan penerbangan pesawat dipersyaratkan harus sudah vaksinasi. “Dengan adanya vaksinasi massal untuk mahasiswa ini sangat membantu, kami tak perlu pulang kampung untuk vaksin,” ungkapnya. (pra)

Jogja Raya