RADAR JOGJA – Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM), Teten MasdukiĀ  mendorong agar bantuan permodalan benar-benar terawasi. Tujuannya agar tepat sasaran. Terutama para pelaku usaha yang terdampak pasca Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat PPKM.

Teten memastikan bantuan permodalan akan terus mengalir. Wujudnya dalam berbagai skema dan program. Baik oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

“Ini tanda bahwa kita semua pemerintah hadir dan tidak tinggal diam dengan kesulitan yang dihadapi oleh UMKM. UMKM sebagai tulang punggung ekonomi Indonesia merasakan dampaknya secara signifikan. Mulai dari penurunan omset, kesulitan modal, dan yang terberat adalah penutupan usaha,” jelas Teten Masduki ditemui di Kompleks Kantor Kepatihan Pemprov DIJ, Jumat (27/8).

Teten mengungkapkan kondisi pandemi tidak diketahui kapan berakhirnya. Untuk itu sudah menjadi tugas bersama guna memastikan pelaku usaha kecil dapat beradaptasi. Agar bisa bertahan dan melanjutkan usahanya di masa pandemi.

Dia menyambut positif bantuan Kita Jaga Usaha milik Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Indonesia. Terlebih fokus utamanya adalah permodalan bagi pelaku UMKM. Harapannya pelaku usaha dapat bangkit di tengah pandemi Covid-19.

“Sebanyak 99,9 persen ekonomi di Indonesia didominasi pelaku UMKM. Adanya program bantuan ini tentu sangat dinanti. Terutama yang unit usahanya berhenti karena modalnya tak ada,” kata Menkop UKM, Teten Masduki.

Ketua BAZNAS Indonesia, Noor Achmad memaparkan bantuan menyasar pelaku usaha di Kawasan Bali. Total mencapai Rp 13 Miliar untuk 13 ribu penerima. Seluruhnya tersalur dalam bantuan langsung modal melalui program Kita Jaga Usaha.

Tak hanya itu, BAZNAS juga menggelontorkan beragam program lainnya. Seperti program Dapur Nusantara dan bantuan bagi masyarakat yang kehilangan pekerjaan. Bantuan ini memanfaatkan data pemerintah setempat. Sehingga penyaluran bantuan tepat sasaran dan tepat guna.

“Untuk penerimanya diseleksi oleh BAZNAS masing-masing provinsi. Jadi yang menerima yang betul-betul membutuhkan. Harapannya program ini tidak hanya untuk 13 ribu penerima saja, tapi akan berkali-kali lipat,” ujar Noor Achmad.

Program bantuan tak hanya menjadi tanggungjawab BAZNAS pusat. Dia juga mendorong agar BAZNAS masing-masing wilayah membuat program serupa. Tujuannya agar bantuan permodalan dapat membangkitkan roda perekonomian masyarakat.

“Juga akan ada tambahan dari BAZNAS provinsi, kabupaten dan kota. Wujudnya dalam gerakan yang sama. Tentunya mengandalkan data wilayah agar penerimanya tidak dobel,” kata Ketua BAZNAS Indonesia, Noor Achmad.

Gubernur DIJ Hamengku Buwono (HB) X memaparkan Covid-19 telah menimbulkan setidaknya tiga dampak terhadap perekonomian. Pertama menyangkut masalah penurunan pertumbuhan ekonomi. Kedua peningkatan angka pengangguran, dan ketiga peningkatan angka kemiskinan.

“Program bantuan permodalan ini diharapkan tepat sasaran agar benar-benar menjadi stimulus untuk pemulihan ekonomi,” ujar HB X. (dwi/sky)

Jogja Raya