RADAR JOGJA – Gubernur DIJ, Hamengku Buwono (HB) X memastikan mal atau pusat perbelanjaan di Jogjakarta belum bisa buka. Terlebih jika tak memenuhi persyaratan yang ditetapkan pemerintah pusat. Terutama untuk penerapan aplikasi Peduli Lindungi dan protokol kesehatan Covid-19.

Diketahui bahwa delapan mal anggota Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DIJ telah buka. Diantaranya Mall Malioboro, Galeria Mall, Lippo Plaza dan Jogjatronik yang berada di Kota Jogja. Adapula Plaza Ambarrukmo, Jogja City Mall, Hartono Mall dan Sleman City Hall di Kabupaten Sleman.

“Belum bisa buka kalau tidak memenuhi persyaratan yang ditentukan terdapat di Peduli Lindungi. Agar bisa dikontrol dan yang tervaksin bisa terdata,” jelas HB X ditemui di Kompleks Kantor Kepatihan Pemprov DIJ, Rabu (25/8).

HB X meminta para pengelola mal menyiapkan secara matang. Baik untuk pemindaian barcode hingga prokes di dalam mal. Mulai dari alur masuk hingga pembatasan tempat duduk.

Intinya adalah mampu mengantisipasi potensi munculnya kerumunan. Menurutnya cara ini optimal menekan penularan Covid-19. Tak hanya oleh pengunjung tapi juga penyewa tenant dan karyawan mal.

“Duduknya semua harus memenuhi persyaratan yang sudah ditentukan. Kami minta asosiasi menentukan SOP.  Kalau misal muncul kasus ya ditutup gitu saja,” kata Gubernur DIJ, Hamengku Buwono (HB) X .

Terkait objek wisata, HB X memastikan belum bisa buka. Setidaknya hingga target vaksinasi belum terpenuhi. Pemprov DIJ sendiri menargetkan capaian vaksinasi 80 persen pada Oktober 2021.

“Obyek wisata selama belum 80 persen jangan dibuka, resiko masih tinggi. Jangan mau cepat-cepat malah (kasus Covid-19) naik lagi. Sabar masih 50 persen, saya minta Oktober ini vaksinasi bisa terwujud. Syukur-syukur 100 persen,” ujar HB X.

Sekprov Pemprov DIJ, Kadarmanta Baskara Aji memastikan aplikasi Peduli Lindungi akan menjadi syarat wajib. Tak hanya di pusat perbelanjaan tapi juga restoran dan objek wisata. Fungsinya untuk memantau para wisatawan yang berkunjung.

Fungsi dari Peduli Lindungi dapat menjadi tiket masuk. Berupa kode merah apabila belum vaksin, lalu orange apabila vaksin satu kali. Untuk kode hijau apabila sudah mendapatkan 2 dosis vaksin Covid-19.

“Iya bantu semua pakai Peduli Lindungi. Ngarso Ndalem (HB X) ingin yang merah jangan langsung disuruh pulang. Tapi diarahkan untuk segera vaksin dimana,” kata Kadarmanta Baskara Aji. (dwi/sky)

Jogja Raya