RADAR JOGJA – Seiring perpanjangan PPKM Level 4 hingga 30 Agustus mendatang, aturan yang ada sedikit demi sedikit mulai dilonggarkan. Salah satunya pusat perbelanjaan atau mal di wilayah DIJ diizinkan kembali operasional Selasa (24/8).

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DIJ Surya Ananta memastikan seluruh mal di DIJ sudah mulai beroperasi per kemarin (24/8). Terdapat delapan mal di DIJ, empat berada di Kota Jogja dan empat lagi masuk Kabupaten Sleman.

“Semuanya sudah buka mulai hari ini (kemarin, Red) ya. Operasional pukul 10.00-20.00,” kata Surya kemarin (24/8). Ia menjelaskan empat mal yang beradar di Kota Jogja adalah Malioboro Mall, Lippo Mall, Galeria Mall, dan Jogjatronik. Sementara empat lainnya yang masuk wilayah Sleman yaitu Ambarukmo Plaza, Hartono Mall, Sleman City Hall (SCH), dan Jogja City Mall (JCM).

Konsekuensinya, lanjut Surya, pihak manajemen mal harus menyesuaikan dengan pranatan anyar. Mengingat masih dalam situasi pandemi Covid-19. “Selain tetap dengan protokol kesehatan yang ketat seperti biasa cek suhu, cuci tangan, dan memakai masker. Sekarang ini, pengunjung yang masuk harus sudah menjalani vaksinasi minimal dosis pertama,” ujarnya.

Bagaimana skema masuk mal saat ini? Pengunjung harus men-scan QR Code yang sudah disediakan di pintu masuk mal lewat aplikasi PeduliLindungi. Di sana akan terdeteksi otomatis bahwa pengunjung yang sudah divaksin akan keluar logo hijau, artinya boleh masuk. Sementara pengunjung yang belum divaksin akan keluar kode merah, sehingga tidak diperkenankan masuk mal.

“Kalau yang keluar kode berwarna kuning berarti aplikasinya eror. Jadi perlu diulang untuk scan QR Code atau instal ulang aplikasi (PeduliLindungi),” jelasnya yang menyebut kartu vaksin fisik tidak diperkenankan, sehingga pengunjung yang masuk harus membawa gadget dan menginstal aplikasi PeduliLindungi.

Dikatakan, pengunjung akan dibatasi maksimal 50 persen. Melihat masih dalam situasi pagebluk korona dan penerapan PPKM Level 4, untuk memonitor jumlah pengunjung yang masuk bisa dilihat dari aplikasi yang men-scan di pintu masuk. “Kami juga tetapkan batas usia yang dibolehkan masuk mal 12-70 tahun. Di luar itu tidak diperkenankan masuk,” terang GM Ambarukmo Plaza.

Adapun seluruh tenan di mal sudah boleh buka kecuali bioskop dan arena bermain. Juga restoran yang tetap buka dengan syarat hanya melayani take away atau tidak menerima layanan dine in. Diharapkan dengan dibukanya kembali pusat perbelanjaan akan bisa membangkitkan kembali ekonomi pelaku usaha, khususnya di mal.

Sementara Leasing and Marketing Staff Malioboro Mall Kota Jogja Yosephine Rena Ranindita menjelaskan, sejauh ini sudah melakukan sosialisasi penggunaan aplikasi PeduliLindungi untuk seluruh karyawan dan tenan. “Kami sudah beroperasi kembali hari ini. Tentu dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Selain itu, karyawan dan tenant kami juga semua sudah divaksin,” katanya.

Dia menjelaskan, syarat masuk untuk pengunjung juga harus menunjukkan aplikasi PeduliLindungi. Di dalamnya terdapat bukti pengguna apakah sudah divaksin atau belum. Namun tidak serta merta bagi yang tidak bisa menunjukkan bukti vaksin karena hamil atau penyakit tertentu harus memakai surat dokter dan menunjukkan KTP.

“Seluruh tenant kami sudah buka, baik barang elektronik, pakaian dan makanan. Untuk food and beverage harus take away. Permainan anak-anak masih kami tutup,” tambahnya.

Terpisah, Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti (HS) mengatakan tetap mengikuti perpanjangan PPKM Level 4 sebagaimana aturan dari pemerintah pusat. Meski begitu, sudah diyakini bahwa aturan yang ada di dalamnya sudah sedikit dilonggarkan, terutama bagi warga masyarakat yang sudah vaksin akan dengan mudah mengakses layanan publik.

“Perpanjangan PPKM ya kita ikuti saja, tapi kan sudah sedikit longgar. Malioboro, hotel, mal-mal, tempat wisata yang lain kita mensyaratkan wajib masker dan vaksin. Karena dengan vaksinasi ini kita percayai akan mengurangi dan menurunkan laju Covid-19,” katanya.

Menurutnya, dibukanya kembali operasional mal menjadi bentuk salah satu kelonggaran. Meski dengan ketentuan PPKM maksimal sampai pukul 20.00. Terkait monitor operasional itu sepenuhnya diserahkan masing-masing manajemen mal. Di samping di wilayah juga akan turut memonitor. “Intinya masker dan identitas vaksin,” jelasnya.

Sementara itu, Pemkab Sleman mendorong kegiatan ekonomi kembali bangkit. Salah satunya dengan uji coba membuka mal dengan protokol kesehatan yang ketat dan jumlah pengunjung dibatasi 25 persen.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengungkapkan, Sleman telah mendapatkan izin untuk melakukan uji coba pembukaan mal dan pusat perbelanjaan. Uji coba dilakukan selama masa PPKM Level 4. Mulai 24 Agustus hingga 30 Agustus mendatang.

“Kemarin tim dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan sudah muter, mengecek kesiapan prokesnya bagaimana. Alhamdulilah semua siap,” ungkap Kustini Selasa (24/8).
Kesiapan mal meliputi fasilitas prokes, mengatur jarak, dan pembatasan kapasitas. Uji coba pembukaan mal dan pusat perbelanjaan dilakukan di semua mal yang berada di wilayah Sleman yakni SCH, JCM, Plaza Ambarukmo, Hartono Mall dan Transmart.

Pemantauan hari pertama uji coba dilakukan pengawasan ketat oleh Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Sleman. Mereka akan turun ke setiap mal dan pusat perbelanjaan guna memastikan sejauh mana penerapan prokes. Memastikan dijalankan dengan baik, sehingga kegiatan perekonomian dapat berjalan lancar.

Sekda Sleman Harda Kiswaya menambahkan, uji coba pembukaan mal hendaknya disikapi dengan penuh hati-hati. Baik dari pengunjung, tenant, tim pengawas, maupun pihak menegemen. Semua harus bekerjasama dalam menjaga prokes. Meminimalisasi terjadinya persebaran Covid-19.

“Uji coba ini kita ikuti instruksi, pengunjung dibatasi 25 persen. Sambil nanti dievaluasi,” kata Harda. Pengunjung mal hendaknya sudah melakukan minimal satu kali vaksinasi.

Disinggung terkait penerapan gelang vaksin sebagainama dilakukan Pemkot Jogja, menurut Harda, itu bukan pilihan satu-satunya. Pemkab Sleman tidak mau gegabah adanya pelonggaran ini. Belum semua sektor bisa berjalan. Pariwisata misalnya, masih dikaji bagaimana skenarionya nanti. (wia/mel/laz)

Jogja Raya