RADAR JOGJA – Kasus pembunuhan terhadap perempuan muda berinisial DLP, 21, yang mayatnya dikubur di sebuah kebun wilayah Ngemplak Ngasem, Umbulmartani, Ngemplak, Sleman, 16 Juli 2021 lalu, akhirnya terungkap. Ternyata pelakunya adalah teman SMP korban.

MEITIKA CANDRA LANTIVA, Sleman, Radar Jogja

Romadi, 21, asal Jogonalan, Klaten, duduk di kursi roda. Kaki kanannya diperban. Suaranya pelan, hanya merunduk. Itu karena ulahnya. Tega membunuh teman SMP-nya. Korbannya warga Sragon, Mlese, Ceper, Kabupaten Klaten.

Naasnya, setelah dibunuh mayat korban dikubur di kebun wilayah Ngemplak, Sleman. Sepeda motor milik korban dibawa kabur dan dijual. Kini Romadi menjadi tersangka dan ditahan di Mapolres Sleman. Dia dikenakan pasal berlapis. Yakni, Pasal 340 KUHP sub pasal 338 KUHP, dengan ancaman pidana mati atau penjara seumur hidup dan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun. Dan atau Pasal 365 ayat 3 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara paling lama 9 tahun.

Direskrimum Polda DIJ Kombes Pol Burkan Rudy Satria mengatakan, korban dibunuh pada 16 Juli lalu. Setelah pelaku menolak memberikan pinjaman uang Rp 1 juta kepada korban. Uang itu akan digunakan untuk melunasi utang pacar korban, tak lain tunangannya di Klaten.

Sebelumnya, korban memaksa pelaku. Jika uang tidak diberikan, akan dilaporkan kepada polisi. Karena sudah melakukan pelecehan seksual. Dua kali melakukan hubungan layaknya suami isteri.

Tersulut emosi, pelaku membunuh korban di tempat kejadian perkara (TKP), kebun wilayah Ngemplak Ngasem. Korban dipukul kepalanya empat kali menggunakan batako hingga batako terbelah menjadi dua bagian. Selanjutnya tubuh korban diseret masuk ke dalam kebun.

“Pelaku sempat pulang, tapi datang lagi ke lokasi,” ungkap Rudy kepada wartawan di Mapolres Sleman, kemarin (24/8). Korban yang sudah meninggal itu diseret ke kebun lebih dalam. Pada 18 Juli sekitar pukul 20.00, jasad korban dikuburkan di lokasi dekat dengan bangunan. Korban dikuburkan hanya mengenakan celana dalam. Pelaku menggali lubang menggunakan cangkul yang dipinjam warga sekitar. Pada 24 Juli, jasad korban ditemukan warga sekitar.

Mendengar kabar itu, pelaku langsung menjual sepeda motor hasil tukar tambah motor milik korban. Selanjutnya pergi ke Surabaya menuju Lombok, NTB. Tersangka mendapatkan pekerjaan di perkebunan kelapa sawit dan memutuskan pergi ke Balikpapan, Kalimantan Timur.

”Atas kerja sama Polres Sleman dan Polda DIJ, pada 18 Agustus pelaku berhasil diringkus kepolisian Polsek Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kaltim. Di bawa ke Polres Sleman untuk proses lebih lanjut,” tandasnya.

Diketahui, korban DLP pergi meninggalkan rumah sejak 15 Juli. Saat pergi, korban tidak pamit dengan keluarganya. Hilangnya korban sempat membuat geger lingkungan rumahnya.

Kapolres Sleman AKBP Wachyu Tri Budi Sulistyono mengimbau kepada masyarakat hendaknya pamit kepada keluarga sebelum berpergian. Sehingga apabila terjadi sesuatu, memudahkan dalam pencarian. Selain itu demi keamanan dan kenyamanan bersama. (laz)

Jogja Raya