RADAR JOGJA – Pemerintah pusat sudah menghentikan pasokan oksigen ke DIJ sejak 7 Agustus lalu. Hal itu membuat Pemprov DIJ mengupayakan agar bisa menghasilkan oksigen sendiri atau mendatangkan dari pihak lain.

Saat ini pemprov membangun kerja sama dengan perusahaan pemasok oksigen Air Liquide Indonesia di Cilegon yang akan memasok oksigen cair sebanyak 20 ton per hari. Ketua Satgas Oksigen Pemprov DIJ Tri Saktiyana mengatakan, meski sudah ada pengurangan kasus positif Covid-19, kebutuhan oksigen di DIJ tetap stabil mencapai 40 ton per hari.

DIJ bahkan sempat kekurangan sejak beberapa hari terakhir. “Kemarin kami kekurangan oksigen cair likuid sudah diatasi beli di Cilegon dari Air Liquide Indonesia,” kata Tri.

Dikatakan, kerja sama dengan Air Liquide Indonesia sudah dimulai melalui RS Grhasia Pakem sebagai penanggung jawab. Rencananya perusahaan yang berlokasi di Cilegon itu mampu memasok 20 ton oksigen cair ke DIJ dan sudah dimulai sejak saat ini.

Pasokan oksigen itu akan didistribusikan ke 27 rumah sakit rujukan khusus Covid-19 untuk kebutuhan medis bagi pasien Covid-19 maupun non Covid-19. “Insya Allah cukup, kalau tidak ada gejolak. Kalau ada peningkatan (kebutuhan oksigen), kami back up dari generator yang sudah beroperasi,” jelasnya.

Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan ini mengatakan, kebutuhan oksigen medis harian di DIJ rata-rata mencapai 40 ton. Selama ini kebutuhan itu dipenuhi oleh PT Surya dan PT Samator yang berada di Jawa Tengah.

Namun untuk mengantisipasi kekurangan, DIJ kembali membangun kerja sama dengan PT Air Liquide Indonesia di Cilegon. “Intinya kami siap jika terjadi kenaikan kasus lagi. Siap pada hal terburuk, tapi berharap yang terbaik,” tegasnya.

Tri juga memastikan satu dari tiga generator oksigen yang dibangun Pemprov DIJ di Kompleks Balai Pengembangan Teknologi Tepat Guna (BPTTG) di Jalan Kusumanegara Jogja sudah beroperasi. Satu generator itu mampu memproduksi 100 tabung oksigen dalam ukuran besar.

Pasokan oksigen tabung dari generator itu bebas digunakan untuk umum dan gratis, namun pengajuannya harus atas rekomendasi dari fasilitas kesehatan terdekat atau Satgas Covid-19 di masing-masing kecamatan. Tri Saktiyana memprediksi dua generator lain akan mulai beroperasi awal bulan depan. “Rencana generator dua dan tiga kita siapkan tempat semoga sekitar minggu pertama September mulai beroperasi,” tandasnya. (kur/laz)

Jogja Raya