RADAR JOGJA – Tim Pengendalian Pengawasan Penegakan Hukum (Dalwasgakum) Kabupaten Gunungkidul membubarkan pentas wayang kulit. Yang dibubarkan sempat berargumen dan berdalih kenal dengan Presiden Joko Widodo.

Kepala Bidang Penegakan Perda Satpol PP Gunungkidul Sugito mengatakan, pembubaran wayang kulit berlangsung di Balai Kalurahan Ngleri, Kapanewon Playen, Minggu (22/8) malam. “Ada salah satu warga Ngleri menggelar syukuran dan menggelar pentas wayang kulit, lalu kami datangi,” kata Sugito saat dihubungi Senin (23/8).

Petugas berupaya menjaga situasi kondusif di tengah upaya pembubaran acara wayangan. Harapannya ada kerja sama yang baik, sehingga kebijakan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berjalan sesuai harapan.

“Ya, biasa beliau mungkin pendukung atau pernah ketemu (Jokowi). Sempat menunjukkan foto saat (Jokowi) masih nyalon gubernur,” ujarnya, ketika ada yang menggaku teman Jokowi ketika proses pembubaran sedang berlangsung.

Setelah negosiasi, lantas muncul kesepakatan bersama yakni bersedia mengakhiri pertunjukan. Penonton diminta membubarkan diri. Dia membenarkan dalam pertunjukan wayang kulit sempat memicu terjadinya kerumunan warga. “Pertunjukan wayang sudah mulai beberapa saat, kemudian berhenti,” ungkapnya.

Pihaknya memastikan pentas seni wayang kulit tidak berizin karena masih dalam rentang waktu perpanjangan PPKM. Sugito berharap, semua pihak kompak dalam menerapkan aturan PPKM. “Masyarakat mungkin capek (dengan PPKM), sama kami juga lelah. Monggo patuhi kebijakan PPKM agar pandemi segera berakhir,” ucapnya.

Sementara itu, Panewu Playen Muhammad Setyawan Indriyanto mengatakan, kebijakan PPKM masih berlangsung. Pemerintah kecamatan tidak akan mengeluarkan izin keramaian, termasuk wayangan.
“Kami berharap masyarakat mematuhi peraturan dan bersabar. Belum boleh ada kegiatan bersifat mengumpulkan massa,” katanya. (gun/laz)

Jogja Raya