RADAR JOGJA – Setelah terhenti akibat kehabisan stok vaksin, Pemkot Jogja kembali melanjutkan imunisasi bagi kalangan pelajar usia 12 tahun ke atas. Ini menjadi langkah awal menuju dimulainya pembelajaran tatap muka (PTM).

Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti (HS) mengatakan, selain kepada warga Kota Jogja, percepatan imunisasi bagi pelajar juga penting. Ini merupakan indikasi awal untuk bisa memulai PTM sesuai pernyataan Presiden Joko Widodo, di mana sekolah akan diperbolehkan memulai PTM luring (luar jaringan) ketika siswanya telah tervaksin seluruhnya.

“Kami apresiasi kepada para alumni sudah merespons seiring percepatan kami terhadap vaksinasi kota. Pelajar ini juga penting, ketika sudah semuanya tervaksin, menjadi awal berbicara mengenai sekolah tatap muka,” kata HS disela meninjau pelaksanaan vaksinasi pelajar di SMAN 1 Jogja kemarin (22/8).

Ia menjelaskan, salah satu syarat dibukanya kembali sekolah luring adalah 70 persen pelajar di Kota Jogja sudah tervaksinasi. Di samping tetap menjaga protokol kesehatan ketat, terutama jaga jarak dan kapasitas dibatasi 50 persen dalam ruang kelas. Selain itu juga persetujuan orang tua siswa.

Meski begitu, pelaksanannya tidak langsung serentak tapi bertahap sambil melihat evaluasi. “Kita lihat perkembangan vaksin pelajar ini untuk memastikan kapan sekolah tatap muka kembali dibuka. Jaga jarak, kalau dulu satu meja dua bangku, sekarang satu meja satu bangku atau siswa,” ujarnya.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja itu menyebut sejauh ini capaian vaksinasi pelajar masih di angka 50 persen. Sehingga belum bisa digelar sekolah tatap muka. Maka, melalui kerja sama semua pihak percepatan vaksinasi pelajar terus dilakukan untuk mengejar target.

Dengan demikian, percepatan vaksinasi di kota bagi pelajar ini pun digenjot tidak hanya digelar di sekolah-sekolah. Rencananya pekan depan pemkot akan melaksanakan vaksinasi bagi pelajar dengan target tiga ribu orang di Grha Sabha Pramana (GSP) UGM.

Seiring imunisasi pelajar ini sudah dimulai di SMPN 8 Jogja dengan sasaran 12 tahun ke atas. “Minggu depan kita juga akan melaksanakan seperti ini di GSP. Kita sudah mulai lagi vaksin pelajar di kota beberapa hari terakhir, fokusnya ke anak-anak 12 tahun ke atas tapi juga beserta keluarganya,” terangnya.

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja Heroe Poerwadi (HP) menambahkan, vaksinasi pelajar sempat terhenti karena keterbatasan vaksin dan stok, sehingga pelaksanaannya ditunda. Vaksinasi khusus pelajar ini menggunakan jenis Sinovac yang stoknya semakin berkurang. Berbeda dengan yang digunakan masyarakat umum kebanyakan adalah Aztra Zeneca.

HP memastikan pelaksanaan vaksinasi pelajar skemanya tetap sama dengan tempo hari sebelum terhenti. Para siswa akan diundang di salah satu gedung sekolah yang dinilai memiliki sarana dan prasarana memadahi. “Misal kita tunjuk di SMPN 8, nanti yang diundang siswa-siswi dari sekolah sekitarnya juga. Bukan sebatas di SMPN 8 saja, biar semakin cepat selesainya,” tandasnya.

Terpisah, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Jogja Lana Unwanah menyebut, berdasarkan data terakhir vaksinasi pelajar pada akhir Juli lalu, tercatat sudah sekitar 9.264 pelajar di Kota Jogja yang divaksin dosis pertama. Vaksinasi pelajar akan kembali dilanjutkan hari Senin ini (23/8).

Berjuang Dapat Vaksin Ingin Segera Sekolah

Pandemi Covid-19 membuat seluruh PTM ditiadakan. Sudah lebih 1,5 tahun dilakukan daring atau online. Sempat ada kabar baik PTM akan digelar, sehingga seluruh civitas sekolah juga telah divaksin. Namun ledakan virus korona terjadi pada Juli 2021.

Praktis, kabar ini membuat tak sedikit pelajar kecewa. Sebab, harapan bisa belajar tatap muka pupus lagi akibat kasus Covid-19 yang memuncak. Penerapan PPKM pun dilakukan sampai saat ini. PTM terdampak ditunda lagi dan diselenggarakan secara daring.

Dalam rangka melindungi pelajar dari paparan korona ini, Pemkot Jogja turut membuat kebijakan dan syarat untuk bisa membuka aktivitas di sekolah. Salah satunya, seluruh pelajar juga harus sudah tervaksin.

Bagi Nurma Syahwa, pelajar kelas XI SMAN 1 Jogja ini menyambut optimistis PTM bakal bisa segera dibuka. Peluang menerima pelajaran secara tatap muka pun bisa tak lama lagi diterimanya dan lebih mudah. “Sekarang kalau daring dan internet tidak stabil, pasti ada bagian penjelasan guru yang terlewat. Belum lagi jika di rumah ada adik atau keadaan yang berisik, akan sulit menangkap pelajaran,” keluhnya.

Adanya vaksin untuk pelajar diharapkan akan mengawali rencana PTM kembali dimulai. Perempuan 17 tahun ini bisa jumpa secara langsung dengan para guru saat pelajaran. Termasuk bertemu teman-temannya dalam satu kelas.

Pelajar lain Raditya Taqwa asal Jogja mengaku tak mudah untuk mendapatkan vaksin. Pasalnya berkali-kali mendaftar, selalu saja kehabisan stok. Ia menempuh pendidikan di Surakarta, Jawa Tengah. Berhubung pembelajaran sekolah digelar daring, laki-laki 17 tahun ini memilih pulang ke Jogja dan belajar dari rumah.

“Iya sekolah saya di Surakarta, semua siswa akhirnya belajar dari rumah kan. Karena saya rumahnya di Jogja, belajar secara online saja,” terang Radit yang ditemui wartawan saat vaksinasi pelajar di SMAN 1 Jogja, kemarin (22/8).

Radit sempat mencari layanan vaksin di Surakarta, tetapi pihak sekolah tak kunjung membuka layanan pendaftaran. Selama dua bulan selalu mengikuti pendaftaran, namun selalu kehabisan kuota. Gayung bersambut, laki-laki tiga bersaudara ini mendapat informasi adanya vaksin di SMAN 1 Jogja dari adiknya. Tidak dibatasi hanya untuk pelajar Jogja saja, beserta keluarganya pun bisa ikut mendaftar meski bersekolah di luar kota. “Untungnya bisa semua orang mendaftar. Kebetulan adik juga sekolah di sini, akhirnya saya ikut,” jelasnya.

Menurutnya, vaksin cukup penting untuk rencana PTM. Sebab, dengan pelajar sudah divaksin bisa mengurangi efek risiko terlalu berat ketika terpapar Covid-19. Sehingga, harapan untuk kembali bersekolah tatap muka cukup besar. Sekolah online diklaim meski awalnya menyenangkan, setelah dijalankan hingga saat ini cukup dinilai membosankan. “Pelajaran yang diberikan kadang saya tak paham. Bertanya ke guru juga kadang masih belum saya pahami jika secara daring. Lebih baik saat berada di kelas,” katanya.

Vaksinasi pelajar ini digelar Keluarga Alumni Teladan Yogyakarta (KATY). Dalam pelaksanaannya juga dihadiri Wagub DIJ KGPAA Paku Alam X dan juga Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti.

Wakil Panitia Vaksinasi di SMAN 1 Jogja Agung Widianto menyebut, pelaksanaan vaksinasi dengan kuota 1.000 dosis per hari untuk seluruh masyarakat, tetapi target utamanya para pelajar. Kegiatan dari pukul 08.00-12.00 itu dengan kecepatan 250 peserta vaksin per jam. (wia/laz)

Jogja Raya