RADAR JOGJA – Tren bersepeda atau gowes di kalangan milenial ditanggapi positif Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) Pengurus Daerah (Pengda) Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) DIJ Muhammad Basri. Basri menilai kegiatan bersepeda bagus sebagai alternatif berolahraga. Apalagi di tengah pandemi seperti saat ini, masyarakat dituntut untuk menjaga pola hidup sehat.

“Tentunya sebagai mantan atlet sepeda, saya senang melihat banyaknya orang gowes,” ujar Basri kepada Radar Jogja Jumat (20/8). Bukan hanya sarana olahraga dan transportasi, Basri berujar saat ini sepeda sudah menjadi gaya hidup. Terutama di kalangan milenial.

Meski begitu, pria asal Makassar, Sulawesi Selatan, itu berpesan agar aktivitas gowes dilakukan sesuai protokol kesehatan (prokes) yang berlaku. “Bersepeda di saat pandemi harus tetap hati-hati, jangan sampai timbulkan kerumunan,” pesannya.

Lantas, apakah gowes akan tetap menjadi tren pasca pandemi? Pria yang juga mantan atlet balap sepeda DIJ itu menyebut, fenomena bersepeda saat ini hanya musiman atau sesaat saja. Buktinya, para penggila gowes sudah mulai berkurang dalam beberapa bulan terakhir. Tak semarak awal pandemi tahun lalu.

Sebab, ada dua tipikal goweser. Pertama, yang memang benar-benar suka menggowes. Lalu, ada pula yang hanya sekadar ikut-ikutan. “Kalau menurut saya, paling cuma musiman saja. Karena dari awal sangat banyak para pesepeda dadakan dan sekarang saya perhatikan makin berkurang. Masih ada, tapi nggak seperti awal,” papar Basri.

Di Jogjakarta, lanjut Basri, banyak dijumpai komunitas sepeda. Komunitas pecinta gowes itu juga rutin menjalankan aktivitas bersepeda bareng. “Komunitas khususnya di DIJ memang sekarang banyak. Tetapi yang saya tahu hanya untuk kesehatan. Artinya bukan mereka yang dadakan suka bersepeda,” katanya.

Yang pasti, gowes baik untuk kesehatan mental. Juga bermanfaat mengurangi risiko sejumlah penyakit. Dan yang paling penting bisa menaikkan imunitas di masa pandemi.

“Bersepeda sama nggak itu rasa badannya beda. Bukannya saya meremehkan Covid-19, tapi kalau mau sehat harus keluar olahraga. Kalau di rumah nggak gerak, ya malah nampung penyakit,” ungkap pria 49 tahun ini. (ard/laz)

Jogja Raya