RADAR JOGJA – Sekprov Pemprov DIJ, Kadarmanta Baskara Aji memastikan belum akan memulai pembelajaran tatap muka (PTM). Pertimbangannya adalah penambahan kasus Covid-19 aktif harian yang masih tinggi. Disatu sisi belum semua siswa telah tervaksinasi.

Jajarannya masih terus melaksanakan vaksinasi untuk pelajar. Tujuannya agar herd imunity di lingkungan sekolah bisa terbentuk. Terlebih para tenaga pengajar telah hampir semuanya mendapatkan vaksin.

“Uji coba PTM, sampai hari ini belum berpikir sampai kesana. Ya karena tingkat penularan Covid-19 masih tinggi. Tapi vaksinasi jalan terus sampai selesai,” jelas Kadarmanta Baskara Aji  ditemui di Kompleks Kantor Kepatihan Pemprov DIJ, Jumat (20/8).

Selain itu kebijakan PTM juga tak bisa sepihak. Keputusan tetap berada di tangan pemerintah pusat. Terlebih masih ada kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Berdasarkan target awal, vaksinasi pelajar Jogjakarta rampung akhir Oktober 2021. Tepatnya yang masuk dalam rentang usia 12 hingga 17 tahun. Target waktu tersebut untuk pemberian vaksin dosis kedua.

“Kami tetap menunggu, termasuk nanti instruksi Mendagri seperti apa. Kalau target rampung vaksin itu akhir Oktober hingga awal November. Semua pelajar di Jogjakarta sudah menerima vaksin,” kata Sekprov Pemprov DIJ Kadarmanta Baskara Aji.

Aji memastikan hampir seluruh guru di Jogjakarta telah menjalani vaksinasi Covid-19. Walau begitu ada sebagian kecil yang belum. Alasannya adalah kondisi kesehatan berupa riwayat penyakit penyerta atau komorbid.

Pembentukan herd imunity dalam sekolah menurutnya sangatlah penting. Sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung kondusif. Baik oleh siswa maupun guru.

“Kalau dibilang, semua sudah siap mengajar tatap muka tapi tentu harus ingat anak didiknya. Masalahnya belum semua divaksin. Lalu tingkat penularan masih tinggi, kami tidak mau ambil resiko,” ujar Mantan Kepala Disdikpora DIJ Kadarmanta Baskara Aji. (dwi/sky)

Jogja Raya