RADAR JOGJA – World Health Organization (WHO) memasukan Jogjakarta sebagai daerah penularan Covid-19 tertinggi di Indonesia. Adapula lima daerah lainnya yang masuk dalam catatan tersebut. Selain Jogjakarta adapula Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Pulau Bangka Belitung, Bali dan Sulawesi Tengah.

Laporan WHO tersebut tertuang dalam Situation Report-68 yang dirilis Kamis (19/8). Situation report ini rutin dirilis setiap pekan oleh WHO. Laporan terbaru ini merupakan pendataan hingga 18 Agustus 2021.

“Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kepulauan Bangka Belitung, Jogjakarta, Bali, dan Sulawesi Tengah tetap berada di level tertinggi penularan komunitas (CT4) dalam kasus mingguan Covid-19 per 100 ribu populasi, jumlah mingguan yang terkonfirmasi,” tulis WHO dalam laporannya.

Dalam laporan tersebut juga tercantumkan alasan masuknya 6 wilayah. Selain pertambahan kasus aktif harian juga angka kematian. Rasio perbandingan adalah tingkat kematian per 100 ribu populasi mencapai 22 persen hingga 57 persen.

Dalam laporan tersebut, WHO menyarankan pembatasan tetap dilakukan dan vaksinasi dipercepat. Langkah ini untuk mengurangi penularan Covid-19. Termasuk angka kematian di keenam wilayah.

Menanggapi laporan ini, Sekprov Pemprov DIJ Kadarmanta Baskara Aji  mengakui bahwa pertambahan kasus Covid-19 harian masih tinggi. Dengan angka rata-rata mencapai 1.000 kasus perharinya.

“Memang masih tinggi karena angka konfirmasi fluktautif di 1.000 kasus perhari. Meski sudah turun dibanding beberapa Minggu lalu yang sampai 2.000 hingga 3.000 kasus perharinya,” jelas Kadarmanta Baskara Aji ditemui di Kompleks Kantor Kepatihan Pemprov DIJ, Jumat (20/8).

Beragam upaya telah dilakukan untuk menekan angka sebaran Covid-19. Mulai dari pengetatan wilayah sesuai Instruksi Mendagri. Selain itu juga mengawasi para pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri di rumah.

Gerakan ini juga terwujud dalam pembagian suplai obat. Terbagi dalam paket 1 dan paket 2. Terdistribusi ke seluruh pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri di rumah.

“Dibantu TNI membawa isoman masuk ke isoter. Lalu berikan pendampingan pada para isoman. Baik dalam rangka konsultasi kesehatan maupun suplai obat-obatan,” kata Sekprov Pemprov DIJ Kadarmanta Baskara Aji.

Aji menjelaskan upaya percepatan vaksinasi menargetkan 20 ribu dosis perhari. Skema ini selaras dengan distribusi vaksin yang lancar. Sehingga angka kebutuhan vaksin dapat terpenuhi.

Dua skenario telah disiapkan dalam percepatan vaksinasi. Pertama dengan memperbanyak vaksinasi massal. Lalu mengoptimalkan sentra vaksin di setiap kabupaten dan kota.

“Sentra vaksin ini bisa di puskesmas hingga Dinas Kesehatan. Lalu di setiap kecamatan ada gerai vaksin. Juga berupaya meningkatkan target menjadi 50 ribu vaksin perhari agar bisa selesai di akhir Oktober 2021,” ujar Kadarmanta Baskara Aji. (dwi/sky)

Jogja Raya