RADAR JOGJA – Rencana mewajibkan sudah vaksin bagi warga di Kota Jogja terus dimatangkan Pemkot Jogja. Di antaranya kini dengan mengeluarkan gelang vaksin menyambut akan ditetapkannya Jogja Wajib Masker dan Vaksin. Apa itu gelang vaksin?

Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti (HS) mengatakan, gelang vaksin memiliki fungsi hampir sama layaknya sertifikat vaksin. Gelang tersebut didesain khusus dan sudah diujicobakan tahan selama empat hari pemakaian. “Kita terus masifkan kegiatan vaksin. Ini nggak gampang rusak, kalau ini dipakai sudah enak kelihatan oh sudah vaksin,” katanya ketika meninjau pelaksanaan vaksinasi di Kantor PDAM Tirtamarta, kemarin (16/8).

HS menjelaskan, gelang vaksin diluncurkan khusus bertepatan dengan 76 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Tahun ini bertajuk Indonesia tangguh, Indonesia tumbuh yang masih dalam situasi pagebluk korona. Gelang tersebut memiliki dua desain khusus yang berbeda. Satu gelang berwarna kuning diperuntukkan bagi orang yang baru mendapat suntikan vaksin dosis pertama.

Dan gelang berwarna hijau bagi warga yang sudah tuntas vaksin dosis kedua. Dalam gelang tersebut juga ada ajakan hashtag ‘ayogawejogjaijo’ Kota Jogjakarta Wajib Masker dan Vaksin. Pun tidak lupa simbol pemerintah kota ada didalamnya. “Gelang vaksin ini untuk umum, termasuk wisatawan nanti. Kalau masker kan udah kelihatan tapi kalau vaksin pake gelang ini,” ujarnya.

Menurutnya, gelang tersebut untuk memudahkan identitas vaksin bagi siapapun yang berkunjung ke Jogja dan sebagai syarat bisa mengakses layanan publik lainnya. Keberadaan gelang vaksin, kata HS, hanya untuk memudahkan masyarakat. Sebab, selama ini disebutkan ada beberapa warga yang kesulitan mengakses sertifikat vaksin melalui laman www.pedulilindungi.id. Padahal beberapa akses layanan publik sudah mensyaratkan sertifikat vaksin. Dengan adanya gelang vaksin, maka tidak perlu lagi harus mengeluarkan kartu vaksin untuk ditunjukkan kepada petugas. “Ini free, ketika tiga atau empat hari jalan-jalan ke Jogja tunjukkan (gelangnya) ketika datang ke hotel, resto, mal, toko, wisata dan lain-lain,” jelasnya.

Sehingga, tidak lama lagi gelang tersebut akan diproduksi secara massal dan dapat diakses publik. Setelahnya akan disosialisasikan dan dibagikan ke masyarakat. Pemkot juga akan mendeklair 17 Agustus ‘Jogja Wajib Masker dan Vaksin’. Otomatis masuk wilayah Kota Jogja wajib hukumnya bermasker dan bervaksin. “Kalau belum vaksin datanglah ke gerai-gerai layanan kami. Tidak harus secara online mendaftar tapi secara datang langsung kami terima,” tambahnya.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kota Jogja Yudiria Amelia mengatakan, sentra vaksinasi di PDAM Tirtamarta merupakan gerai kedua, yang mulai dioperasikan pada bulan Agustus ini. Setelah sebelumnya telah dilakukan di XT Square dan dalam waktu dekat akan dioperasikan di Ngabean. Sentra vaksin di XT Square untuk mengakomodir warga di wilayah timur, PDAM Tirtamarta di wilayah utara dan Ngaben di wilayah barat. Gerai tersebut guna mendukung vaksinasi reguler yang digelar di 18 puskesmas, 13 rumah sakit dan dua klinik. “Terus Rabu (18/8) mulai vaksinasi dosis dua di Gedung DPRD, kemudian vaksinasi di sekolah untuk yang SMP sebentar lagi juga masuk dosis dua,” katanya. (wia/pra)

Jogja Raya