RADAR JOGJA – Pemprov DIJ tetap menyiapkan eks Hotel Mutiara sebagai tempat isolasi terpusat (isoter). Meski, angka kasus positif Covid-19 di DIJ mulai mengalami penurunan. Dalam dua hari terakhir, penambahan kasus positif Covid-19 di DIJ ada di bawah seribu kasus dalam satu hari.

Gubernur DIJ Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X menyebut, penurunan kasus positif Covid-19 bukan berarti virus asal Wuhan, Tiongkok itu benar-benar menghilang. Meski kini kondisi Bed Occupancy Rate (BOR) di rumah sakit rujukan Covid-19 juga menurun, namun HB X tidak ingin mengambil risiko dengan menurunkan kewaspadaan dalam penanganan Covid-19. “Masih lanjut. Kami kan nggak bisa prediksi kapan selesai. Turun itu belum tentu tidak akan naik lagi, kami harus jaga-jaga,” katanya, Senin (16/8).

Raja Keraton Jogja itu juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan di tengah pandemi Covid-19. “Jangan merasa turun terus bebas gitu loh,” tegas ayah lima puteri itu.

Sekprov DIJ, Kadarmanta Baskara Aji, menambahkan secara kondisi instalasi ruangan eks hotel Mutiara dikatakan sudah siap pakai. Hanya saja khusus untuk pelayanan isolasi Covid-19 tidak menggunakan Air Conditioner (AC). “Sudah siap pakai. Penggunaanya nanti nunggu yang lain kalau sudah penuh. Kami masih punya cadangan di BBWSO, UGM, UNY, dan selter lain juga belum penuh,” terang dia. Eks Hotel Mutiara sendiri dibeli Pemprov DIJ senilai Rp 170 miliar melalui dana keistimewaan pada Oktober tahun lalu. Awalnya direncanakan sebagai sentra UMKM di kawasan Malioboro.

Aji menyebut Pemprov DIJ sebelumnya sudah menyiapkan 203 ranjang untuk pasien positif Covid-19 yang menjalani isoter. Ia menambahkan trend pasien Covid-19 yang menjalani isoman di DIJ menurutnya sudah mengalami penurunan. “Tren pasien isoman dari 34 ribu turun lagi menjadi 24 ribu. Kami menghitung pasien gak bisa pas kan,” tandas Aji.

Juru bicara Pemprov DIJ untuk penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih menyebutkan kemarin (16/8) terdapat tambahan 702 kasus positif Covid-19 yang baru. “Totalnya saat ini menjadi 1.390.160 kasus di DIJ,” ujarnya. Berty juga menyebutkan adanya penambahan kasus sembuh sebanyak 181 kasus. Sehingga total kasus sembuh saat ini sudah menyentuh angka 108.641 kasus. “Untuk kasus meninggal dunia bertambah 36 jadi totalnya 4.326 kasus,” jelasnya.

Semenatar itu, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Jogja Yudiria Amelia mengatakan, kondisi kasus Covid-19 di kota sudah agak melandai. Jika dibandingkan dengan saat puncak kasus pada bulan Juli lalu. Namun, belum terbilang signifikan karena belum dapat menyamai kondisi kasus pada bulan Maret dan April 2021. “Lumayan sih (turunnya), belum turun-turun banget. Ya sebatas melandai saja,” katanya di Kantor PDAM Tirtamarta saat meninjau proses pelaksanaan vaksinasi Senin (16/8).

Yudiria menjelaskan melihat kasus pasien yang meninggal di Kota Jogja masih muncul setiap harinya. Meski jumlahnya terbilang berbeda saat puncak lonjakan pada bulan lalu. Saat ini pasien meninggal hampir seluruhnya merupakan lansia berusia kisaran 70-80 tahun. Itu pun karena memiliki riwayat penyakit bawaan (komorbid). Lansia yang meninggal setiap hari antara 1-5 orang. “Cuma kalau kami sampaikan di website itu masih ada banyak, karena faskes lapornya telat. Kadang itu inputnya baru satu minggu, dua minggu, bahkan bulanan baru kita dapat. Sehingga, angkanya jadi naik lagi, padahal itu yang lalu,” tandasnya. “Kalau yang sembuh banyak lumayan, lebih banyak dari aktifnya, misalnya aktifnya cuman 60, sembuhnya bisa 100-200.”

Sementara terkait BOR bagi pasien Covid-19 disebut, untuk BOR non kritikal saat ini terisi 70 persen. Sedangkan, BOR ICU terisi 90 persen. Meski begitu, dalam kondisi keterisian yang ada itu, saat ini warga kota sudah bisa masuk rumah sakit untuk dirawat. Jika dibandingkan semula saat kasus melonjak sempat banyak yang tidak mendapatkan kamar. Sebab, lebih banyak keterisian oleh pasien luar kota. “Rumah sakit tidak bisa milih-milih ini warga kota atau bukan, kita paling nempatin cuma tiga atau empat saja,” tandasnya. (kur/wia/pra)

Jogja Raya