RADAR JOGJA- Ketua Komisi A DPRD DIJ dari Fraksi PDI Perjuangan, Eko Suwanto menuturkan tantangan dan peran gerakan Pramuka tiap zaman berbeda dalam mengartikulasikan aktifitas kepanduan.

Di masa pandemi Covid-19 saat ini, gerakan Pramuka perlu juga menggelorakan semangat kuat dan ulet tuntaskan Covid-19, agar rakyat Indonesia bisa sehat dan selamat.

“Selamat hari Pramuka. Semoga bisa jadi bagian dari langkah menggelorakan semangat kuat dan ulet tuntaskan Covid-19. Pramuka bisa jadi bagian pelopor gerakan disiplin protokol kesehatan untuk selamatkan rakyat Indonesia di masa pandemi saat ini,” kata Eko Suwanto, Ketua Komisi A DPRD DIJ dari Fraksi PDI Perjuangan, Sabtu,( 14/8).

Eko menjelaskan sejarah Pramuka, seperti yang dipahami bersama tidak terlepas dari kepemimpinan dan peran tokoh yang terkenal sebagai Bapak Pramuka Indonesia Sultan Hamengku Buwono IX.

Sosok Raja Ngayogyakarta Hadiningrat inilah yang menjabat sebagai ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) pertama sejak Pramuka resmi dibentuk.

Nama ‘Pramuka’ tercetus dari pemikiran Sultan HB IX dari istilah ‘poromuko’ yang berarti pasukan yang berdiri paling depan dalam peperangan.

Akhirnya gerakan panduan pun makin berkembang, ada sekitar 100 organisasi kepaduan terbentuk pada tahun 1960.

Hingga akhirnya, organisasi ini dikenalkan secara resmi sebagai Gerakan Pramuka pada masyarakat Indonesia pada 14 Agustus 1961.

Dikutip dari laman resmi Pramuka, tunas kelapa muda dipilih sebagai lambang resmi Pramuka pada 20 Mei 1961. Lambang ini dipilih karena memiliki arti kiasan bahwa tunas penerus bangsa yang kuat dan ulet serta memilik cita-cita yang tinggi.

“Di masa kini, saat ada pandemi tantangan peran aktual dari gerakan Pramuka jelas penting. Sekali lagi, selamat hari Pramuka, dan jadi tunas bangsa yang bisa membagikan semangat bangkit, kuat dan ulet tuntaskan penanganan Covid-19, agar rakyat sehat dan selamat,” kata Eko Suwanto, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota  Jogja. (sce/sky)

Jogja Raya