RADAR JOGJA – Di era pandemi Covid-19, Praja Muda Karana (Pramuka) DIJ terus eksis dan berusaha untuk melaksanakan perannya. Gerakan Pramuka Kwartir Daerah (Kwarda) DIJ pun terus berkontribusi membantu pemerintah dalam menangani pagebluk korona.

Wakil Ketua Bidang Organisasi, Manajemen, dan Hukum (Ormahum) Kwarda DIJ Edy Heri Suasana mengatakan, peran pramuka dalam penanganan pandemi sudah dilakukan sejak awal tahun 2020. Masing-masing Kwartir langsung merespons dengan membentuk Satgas Penanganan Covid-19 di tingkat Kwarda maupun Kwarcab/kota mengikuti pola pemerintah.

“Ini terus bergerak, mulai membantu promosi kesehatan (promkes), supaya masyarakat tetap patuh pada protokol kesehatan,” kata Edy kepada Radar Jogja  (12/8).

Edy menjelaskan, kegiatan promkes mulai dilakukan oleh Satuan Karya (Saka) Bakti Husada, Saka Kencana, Satuan Tugas Pramuka Peduli, dan masih banyak lagi. Jumlahnya tentu sangat banyak yang terlibat.

Terbagi dalam tingkat Kwarda DIJ, kemudian menggerakkan pramuka peduli dan saka-saka yang ada di masing-masing cabang kabupaten-kota. Kebanyakan yang berperan adalah penegak dan pandega yang rerata berusia SMA/SMK.

Mereka membantu mulai penyemprotan disinfekan, pengasapan di dalam rumah-rumah warga yang terpapar Covid-19, menyalurkan sembako, membantu pelaksanaan vaksinasi, maupun penyaluran pemberdayaan koperasi, hingga bergerak mencari dana dari CSR.

“Sampai sekarang masih berjalan terus, untuk di bulan Agustus ada dua hal yang intens kami lakukan yaitu pramuka membantu vaksinasi dan membantu penyaluran pemberdayaan koperasi susu,” ujar pria yang lama menjabat Kepala Dinas Pendidikan Kota Jogja itu.

Dalam rangka bulan bakti pramuka di bulan Agustus ini kegiatan penanganan pandemi Covid-19 lebih diintenskan. Dua kegiatan yang diprioritaskan yakni dalam proses vaksinasi, pramuka dilibatkan oleh Satgas Kota Jogja untuk membantu administrasi, mulai pendataan calon penerima vaksin hingga pengecekan.

Sementara untuk penyaluran pemberdayaan koperasi susu ini, pramuka berperan menyalurkan 20 ribu pak produk susu yang akan disalurkan ke warga terdampak di kabupaten-kota pada Agustus dan September. Dalam hal ini, Kwarda telah bekerjasama dengan dinas terkait untuk bergerak bersama.

“Ini eksistensi secara real dalam membantu membangkitkan perekonomian di koperasi susu. Juga membantu tujuan mereka tetap berdaya, tapi membantu juga masyarakat supaya imunitasnya tetap tumbuh baik,” jelasnya.

Dalam rangka Hari Pramuka 14 Agustus ini, temanya bertajuk ‘Indonesia Bangkit, Indonesia Pulih’. Tema ini sejalan dengan upaya yang ditunjukkan Kwarda DIJ melalui pembentukan Satgas Penanganan Covid-19 dan upaya menggerakkan Pramuka Peduli di seluruh Kwartir guna membantu pemerintah daerah mengendalikan wabah, serta membantu warga yang terdampak, hingga sampai ke tahap pemulihan perekonomian masyarakat pasca pandemi. “Kita berupaya untuk bisa membantu memulihkan Indonesia ini,” tambahnya.

Menurut Heri yang baru purnatugas dari ASN Pemkot Jogja itu, pramuka memiliki tujuan utama membentuk karakter nasionalisme, cinta tanah air, mengabdi, bakti, dan sebagainya. Ini sesuai yang tertuang dalam janji pramuka yaitu Tri Staya dan dalam darmanya berupa Dasa Darma. “Dalam tubuh pramuka kan ada namanya pramuka peduli. Ada satuan-satuan karya, ada bakti husada, kencana, taruna, dan lain-lain. Melalui hal itu, satuan pramuka peduli,” terangnya.

Di samping itu ada juga rangkaian kegiatan Hari Pramuka seperti apel besar yang dilaksanakan secara daring dan kegiatan ulang janji yang digelar Jumat malam (13/8). Kegiatan ulang janji ini untuk memotivasi agar pramuka selalu bergerak dinamis, maju, dan ikhlas mengabdi.

Selain itu juga akan ada pemberian penghargaan kepada pramuka teladan, pramuka anggota muda, lencana panca warsa satu, panca warsa dua, sampai panca warsa purna. “Jadi ada yang didasarkan pada bakti di dalam penanganan Covid-19 atau Lencana Karya Bakti yang termasuk membantu kasus kecelakaan sungai di Turi, Sleman, bagi pembina atau masyarakat,” tambahnya.

Diharapkan pramuka ke depan tetap bisa eksis dalam proses pembangunan nasional, terutama proses pemulihan pasca pandemi ini. Dengan bergerak sesuai kapasitas dan kebolehannya. “Tidak hanya penanganan, tapi target kita adalah hingga ke tahap pemulihan perekonomian masyarakat,” ungkapnya. (wia/laz)

Jogja Raya