RADAR JOGJA – Pemkab Bantul mulai mendistribusikan oksigen gratis di Rumah Dinas Bupati Bantul, Trirenggo, Bantul. Satgas kalurahan menjadi kunci penyaluran oksigen kepada masyarakat. Sesuai Peraturan Bupati Bantul No 62/2021 tentang Pendistribusian Oksigen kepada Masyarakat Pasien Covid-19.

“Ini sangat membantu sekali, khususnya di Panggungharjo,” ujar perangkat Kalurahan Panggungharjo Rosada saat diwawancarai usai mengisikan tiga tabung oksigen ukuran satu meter milik Selter Kapanewon Sewon di Rumah Dinas Bupati Bantul, kemarin (12/8).

Pemuda 26 tahun ini menjelaskan, oksigen masih jadi kebutuhan pokok selternya. Kendati permintaan mulai menurun. Sehingga bantuan oksigen gratis sangat dirasakan manfaatnya. “Untuk satu kelompok, hari pertama ini hanya (bisa mengisi, Red) tiga tabung ukuran satu meter,” bebernya.

Rosada membeberkan, persediaan oksigen di Selter Kapanewon Sewon cepat habis. Kendati memiliki lima tabung ukuran enam meter. Didukung sekitar enam atau tujuh tabung ukuran satu meter. “Karena selain melayani di selter, kami juga melayani isoman,” jelasnya.

Sejauh ini, Selter Kapanewon Sewon hanya melayani permintaan oksigen bagi warga yang terpapar atau terindikasi Covid-19. Hal itu dilakukan lantaran Satgas Kapanewon Sewon memfokuskan diri penanganan Covid-19. “Karena dalam rangka penanggulangan Covid-19. Habisnya tabung sesuai dengan kebutuhan,” ujarnya.

Senada, Lurah Murtigading Sutrisno pun mengungkap, telah menerima bantuan dari pemkab dan Pemprov DIJ. Itu dimanfaatkan untuk penanganan Covid-19, seperti pengadaan oximeter dan tabung oksigen. Selain itu, guna menyokong selter gabungan yang berada di Srigading, Sanden, Bantul. “Kami sudah menerima anggaran. Kami belikan sesuai dengan kebutuhan pencegahan Covid-19,” sebutnya.

Sementara Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan, pemberian oksigen secara gratis kepada satgas kalurahan merupakan upaya pemkab. Dalam merespons laporan masyarakat yang membutuhkan oksigen dan mengalami kesulitan.

“Akhirnya kami membangun generator oksigen di RS. Untuk memenuhi kebutuhan RS dan sisanya akan akan pergunakan untuk masyarakat yang membutuhkan oksigen,” paparnya.

Selain itu, pemberian oksigen gratis diharapkan dapat memberi pasokan kepada warga yang menjalani isoman. Di mana jumlahnya mencapai 15 ribu orang. Ini jadi perhatikan, maka satgas kalurahan diminta melakukan pemantauan.

Terhadap pasien yang saturasinya menurun untuk segera diberi oksigen.
“Alhamdulillah Bantul tidak kekurangan oksigen seperti beberapa waktu lalu. Mudah-mudahan ini bisa meningkatkan angka kesembuhan dan menekan angka kematian. Juga akan mempercepat berakhirnya masa pandemi di Bantul,” tandasnya.

Dalam Peraturan Bupati Bantul No 62/2021 tertulis syarat warga yang dapat menerima oksigen gratis. Mereka terdiri atas pasien yang melakukan karantina rumah, pasien isoman, dan pasien isolasi di selter. Sementara pasien dengan penyakit di luar Covid-19 yang membutuhkan oksigen belum dapat memanfaatkan. (fat/laz)

Jogja Raya