RADAR JOGJA – Matinya belasan hewan ternak secara mendadak milik warga di Kalurahan Purwodadi, Kapanewon Tepus, hingga kini masih misteri. Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Gunungkidul pun sampai menurunkan tim investigasi ke lokasi untuk mengungkap kasus yang menjadi perbincangan masyarakat ini.

GUNAWAN, Gunungkidul, Radar Jogja

Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Gunungkidul terus mendalami belasan hewan ternak mati tak wajar itu. Tim bertugas melakukan supervisi monitoring terhadap kasus kambing-kambing yang mati secara misterius.

Kepala DPP Kabupaten Gunungkidul Bambang Wisnubroto mengatakan, petugas diterjunkan untuk memantau serta mengambil langkah cepat dan strategis untuk menangani kasus. Harapannya agar kematian hewan ternak dapat segera diatasi, karena dapat merugikan petani. “Tim lapangan dari Dinas Pertanian dan Pangan sedang melakukan investigasi,” kata Bambang saat dihubungi kemarin (11/9).

Dia mengakui, kasus kematian hewan ternak secara misterius biasanya muncul pada saat musim kemarau. Kejadian terbaru kematian belasan kambing ternak milik warga Kalurahan Purwodadi, Kapanewon Tepus, belum lama ini.
“Hingga sekarang penyebab kematian ternak sebatas dugaan. Misalnya diduga karena serangan hewan liar. Namun, tak satu pun warga yang melaporkan pernah melihat secara pasti wujud dari hewan liar itu,” ujarnya.

Oleh sebab itu, pihaknya meminta kepada masyarakat bersabar menunggu hasil investigas petugas. Untuk sementara petani diimbau membawa ternak ke dekat pemukiman agar mudah dipantau. Kebiasaan membuat kandang di ladang, dengan pertimbangan mudah mencari pakan, berpotensi mengancam keselamatan hewan ternak.

Sementara itu, Kepala Seksi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner DPP Kabupaten Gunungkidul Retno Widyastuti mengatakan, sejauh ini tim lapangan belum mendeteksi keberadaan ‘tersangka’ pemakan ternak kambing. “Pernah melakukan pemantauan bersama tim lapangan di dalam hutan hingga dini hari, tapi hasilnya nihil. Saat ditunggu, hewan liar ini justru tidak muncul,” katanya.

Dugaan awal, hewan liar diduga pemangsa ternak memiliki indera penciuman tajam, sehingga mampu mendeteksi keberadaan manusia pada jarak jauh. Menurutnya, hewan liar pemangsa ternak ini memiliki ciri khusus.
“Tidak pernah memakan habis mangsanya. Hewan liar hanya menghisap darah dan memakan sedikit jeroan kambing. Bisa jadi, petunjuk hewan buas apa yang sukanya mengambil jeroan,” ucapnya.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa, Retno menyarankan agar masyarakat memindahkan kandang ternak ke dekat rumah atau ke dekat perkampungan. Selain itu, memperkokoh kandang dapat menyulitkan hewan liar memangsa ternak masyarakat. (laz)

Jogja Raya