RADAR JOGJA – Pemerintah pusat melalui Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan telah mengumumkan perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dengan berbagai level. PPKM diperpanjang sampai 23 Agustus 2021.

Untuk seluruh kabupaten/kota di DIJ, penerapan PPKM masih bertahan di level 4. Sehingga regulasinya kurang lebih sama dengan PPKM sebelumnya. Misalnya soal destinasi wisata dan mal, belum diperkenankan untuk buka.

Sedangkan pelaku usaha non-esensial diizinkan berjualan, namun dengan mematuhi aturan pembatasan pengunjung maupun jam operasional yang ditentukan pemerintah pusat. “DIJ masuk aglomerasi level 4, jadi semua di kabupaten-kota masuk perlakuannya level 4,” jelas Sekprov DIJ Kadarmanta Baskara Aji kemarin (10/8).

Ia menyebut, dalam perpanjangan kali ini pemerintah menggelar uji coba pembukaan mal, pusat perdagangan, dan pusat perbelanjaan di beberapa daerah. Pengunjung yang telah memiliki sertifikat vaksinasi diizinkan untuk menyambangi pusat perbelanjaan.

Namun kebijakan ini belum diterapkan di DIJ. Melainkan hanya di DKI Jakarta, Kota Bandung, Kota Semarang, dan Kota Surabaya. Aji pun tak mengetahui alasannya. Padahal, sejumlah wilayah tadi juga termasuk menerapkan PPKM Level 4. “Hanya ada beberapa daerah, mal bisa buka tapi terbatas. Tapi, DIJ tidak masuk di situ,” terangnya.

Menurut Aji, melalui kebijakan tersebut pemerintah ingin melakukan uji coba, apakah dengan menjadikan kartu vaksin sebagai syarat beraktivitas tetap dapat meminimalisasi penularan Covid-19 di suatu wilayah. “Kalau implementasinya efektif dan membuat kasus ditekan, maka akan dilanjutkan. Kalau tinggi, tidak dilaksanakan di tempat-tempat lain,” urainya.

Sementara itu, Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti (HS) mengatakan dinamika penurunan kasus positif Covid-19 belum terlihat signifikan. Situasi sejauh ini pertumbuhan orang terpapar Covid-19 masih fluktuatif. Penurunan dalam kurun waktu sepekan terakhir ini pun belum dianggap memuaskan. “Kalau situasi seperti ini, dimana pertumbuhan kasus masih positif. Kami akan tetap melakukan perpanjangan PPKM, ada atau tidak dari pusat,” katanya.

HS menjelaskan perpanjangan PPKM ini dilakukan sembari menunggu keputusan resmi pemerintah pusat. Dan bakal dilakukan sampai situasi pertumbuhan kasus berangsur kondusif. Hal tersebut harus sejalan dengan upaya percepatan vaksinasi. Maka pembatasan aktifitas bagi masyarakat pun akan terus dilakukan. “Sampai kapan, ya sampai kondisinya kami yakini adalah seimbang dengan vaksinasinya,” ujarnya.

Dimungkinkan perpanjangan dilakukan sampai akhir Agustus. Sejatinya, kelonggaran-kelonggaran yang ada juga harus seimbang dengan upaya vaksinasi. Sehingga, kebangkitan ekonomi perlahan berjalan beriringan. Saat ini vaksinasi baru mencapai sekitar 38 persen.  Maka, Pemkot tidak ada pilihan selain menggenjot percepatan vaksinasi bagi masyarakat. Sebisa mungkin, sebelum Agustus berakhir, 70 persen penduduk kota Jogja sudah terimunisasi. “Ya, sekarang memang tidak ada pilihan, vaksinasi harus diercepat. Kita akan jangkau ke wilayah, lewat kelurahan-kelurahan, kita vaksinasi di sana,” tambahnya

Untuk capaian vaksinasi Covid-19 dosis kedua di DIJ sendiri diklaim terus mengalami peningkatan. Menurut data yang dikeluarkan 9 Agustus, vaksinasi dosis kedua sudah menyentuh angka hampir 17 persen. “Tepatnya 16,78 persen dari cakupan,” kata Kabag Humas Biro Umum Humas dan Protokol Setprov DIJ Ditya Nanaryo Aji

Sementara untuk masyarakat DIJ yang sudah menerima suntikan dosis pertama dari vaksin itu, jumlahnya jauh lebih besar lagi. Yakni mencapai 43,34 persen atau sebanyak 1.248.170 orang. (kur/wia/laz)

Jogja Raya