RADAR JOGJA – Kesulitan mengatur jaga jarak dari kerumunan pasar tradisional yang ditimbulkan, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Jogja melengkapi pasar dengan pos pantau Covid-19. Ini sebagai upaya memastikan kepatuhan pengunjung pasar terhadap protokol kesehatan (prokes).

Kepala Bidang Pasar Rakyat, Disdag Kota Jogja Gunawan Nugroho Hutomo mengatakan, posko gugus tugas ini bekerja sama dengan jajaran kepolisian maupun instansi lain untuk mendukung penerapan PPKM. Sehingga perlu pengawasan terkait prokesnya.

Difokuskan di dua titik, yakni Pasar Beringharjo sisi timur dan Kranggan. “Tugas dan teknisnya sebagai pos pemantauan bersama terkait penerapan prokes di pasar dan giat lainnya sebagai upaya penanggulangan pandemi Covid-19,” kata Gunawan kemarin (10/8).

Ia menjelaskan, salah satu aturan prokes yang masih sulit dilakukan adalah menjaga jarak. Masih muncul terjadi kerumunan pengunjung pasar pada jam-jam tertentu. Terutama pasar tradisional yang menjual kebutuhan pokok.

Meskipun selama PPKM sudah diterapkan ketentuan pembatasan jumlah pengunjung hingga 50 persen. “Saya rasa bukan semakin abai prokes, tapi kita perlu terus mendampingi dan mengarahkan masyarakat untuk tetap selalu menjaga prokes,” ujarnya.

Menurutnya, kesadaran pedagang maupun pengunjung pasar memakai masker rata-rata sudah cukup baik, meskipun masih ada satu atau dua orang yang tidak memakai masker dengan benar. Petugas akan mengingatkan siapa pun dan meminta pedagang serta pengunjung untuk benar-benar mematuhi aturan jaga jarak.

“Makanya dibuka pos pantau dan ada petugas yang berkeliling ke pasar untuk mengingatkan agar menaati prokes,” jelasnya yang menyebut pos pantau Covid-19 sudah dibuka sejak perpanjangan ketiga PPKM.

Adapun personel bersama kepolisian yang terlibat dalam ketugasan pos pantau Covid-19 adalah paguyuban pedagang, lurah pasar, anggota kebersihan, petugas keamanan dan ketertiban (kamtib) pasar, serta sarpras Dinas Perdagangan.

Pos pantau ini diharapkan tetap dapat dilanjutkan karena diklaim cukup penting untuk menekan potensi penularan kasus di pasar tradisional. “Di sini kami terus imbau juga melalui radio pasar dan petugas kamtib kami. Saya rasa sampai kita bisa lewati masa pandemi ini,” terangnya.

Lingkup pengawasan bersama kepolisian yang diawasi prokesnya ini selain Pasar Beringharjo sisi timur dan Kranggan, juga Beringharjo sisi barat dan tengah. Meskipun aktivitas ekonomi yang sepenuhnya belum pulih, tetapi pengawasan tetap dikooridinasikan dengan pos yang berdiri di sana.

Demikian pula peran serta relawan paguyuban pedagang yang cukup tinggi, perlu diapresiasi. Sebab, telah berkenan swadaya secara mandiri untuk mendukung prokes dan sterilisasi di pasar guna meningkatkan kenyamanan dan keamanan berbelanja di pasar tradisional Kota Jogja. Dengan cara melakukan disinfektan area berjualan mereka masing-masing.

Beberapa pasar ini seperti Beringharjo, Gedongkuning, Klithikan Pakuncen, Pasar Legi Patangpuluhan, dan masih banyak pasar lainnya. Bahkan sudah aktif paguyubannya sejak sebelum penerapan PPKM.

“Apreasi saya kepada paguyuban pedagang ini, kami juga dibantu oleh warga sekitar pasar. Sinergi inilah wujud gotong royong yang sebenernya sebagai salah salah satu jati diri masyarakat kita,” tambahnya. (wia/laz)

Jogja Raya