RADAR JOGJA – Kasus penularan Covid-19 yang menyasar ibu hamil (bumil) menjadi perhatian gugus tugas di Kulonprogo. Pasalnya, jumlah konfirmasi positifnya cukup fantastis, 226 kasus. Dari jumlah itu, tiga di antaranya bahkan meninggal dunia.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo Baning Rahayujati menyampaikan, temuan kasus Covid-19 yang menyerang ratusan ibu hamil itu merupakan catatan dari gugus tugas sejak awal pandemi hingga Agustus ini. Dari 616 bumil yang terdata di Kulonprogo, sudah ada 226 orang yang terkonfirmasi positif.

“Dari 226 ibu hamil yang dinyatakan positif, kami mencatat ada tiga kasus ibu hamil yang meninggal dunia karena Covid-19,” ujar Baning saat memberikan keterangan dalam konferensi pers secara daring kemarin (10/8).

Dikatakan Baning, tiga ibu hamil yang meninggal karena paparan virus itu terdapat di tiga kapanewon, yakni Lendah, Kokap, dan Kalibawang. Ia mengungkapkan, ibu hamil memang masuk kategori masyarakat rentan, sehingga risiko penularannya cukup tinggi.

Kondisi itu, mendorong gugus tugas untuk menyiapkan berbagai langkah penanganan ibu hamil yang terkonfirmasi positif Covid-19. Antara lain dengan peningkatan pemantauan terhadap ibu hamil yang terkonfirmasi positif Covid-19. Sehingga nantinya ibu hamil yang terpapar virus ini bisa menjalani perawatan di rumah sakit rujukan atau di fasilitas kesehatan.

Lebih dari itu, Baning mengungkapkan saat ini Dinas Kesehatan Kulonprogo juga tengah mempersiapkan vaksinasi kepada ibu hamil. Di mana sesuai instruksi dari kementerian kesehatan, untuk program vaksinasi ibu hamil akan dilaksanakan pada Agustus ini. “Ibu-ibu hamil akan menjadi perhatian utama dan mereka juga akan divaksin. Itu sesuai instruksi nasional,” ujar sekretaris Dinas Kesehatan ini.

Sebelumnya, Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo Fajar Gegana mengatakan, pihaknya akan melakukan klasifikasi penanganan bagi pasien terkonfirmasi positif. Di antaranya penanganan pasien dengan gejala ringan, sedang dan berat. Ketiga kategori pasien itu akan dibedakan cara penanganannya dan lokasi penyembuhan.

Dijelaskan Wabup Kulonprogo ini, pada pasien bergejala ringan nantinya penanganan dilakukan oleh gugus tugas dan bisa dilakukan pengobatan di rumah atau secara isolasi mandiri. Personel gugus tugas di wilayah tempat tinggal pasien dengan gejala ringan, nantinya juga akan melakukan pemantauan secara rutin terhadap kondisi warga yang terkonfirmasi positif.

Kemudian klasifikasi kedua, lanjutnya, adalah pasien dengan gejala sedang, di mana penanganannya akan dilakukan di selter terpusat Rusunawa Giripeni. Dilakukan penanganan di selter itu, karena kemampuan selter dinilai lebih baik sebagai tempat isolasi pasien dengan gejala sedang. Sebab memiliki sarana yang mumpuni dan tenaga kesehatan yang bisa memantau kondisi pasien.

Sementara untuk pasien dengan gejala berat, penanganannya harus di rumah sakit rujukan. “Dengan klasifikasi pasien ini, harapan kami bisa menimalisasi kematian, karena pasien terpantau. Sehingga tindak lanjut bagi pasien menjadi lebih jelas,” terang Fajar. (inu/laz)

Jogja Raya