RADAR JOGJA – Suasana Jalan Malioboro Jogja tadi malam (8/8) mendadak khidmat. Para pedagang dan pengusaha yang biasa mengais rezeki di kawasan legendaris itu menggelar doa bersama.
Prosesi doa bersama dilaksanakan di depan Toko Obat Sumber Husodo, tak jauh dari Kompleks Kepatihan. Dalam acara itu diikuti sekitar 30 orang. Mereka berbaris dengan memperhatikan jarak sesuai protokol kesehatan.

Dalam prosesi doa bersama, ada enam perwakilan dari enam agama di Indonesia yakni Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Mereka berdoa secara bergantian. “Mudah-mudahan kita segera melewati masa sulit ini,” harap Sodikin, salah seorang yang ditunjuk untuk memimpin doa.

Selain berdoa agar kondisi lebih baik, mereka juga mengirimkan doa kepada keluarga atau masyarakat yang sudah berpulang terlebih dahulu. Terutama mereka yang harus kehilangan nyawa karena terpapar Covid-19. “Insya Allah saudara-saudara kita yang berpulang mati syahid,” lanjut Sodikin yang ketua 1 Perkumpulan Pengusaha Malioboro Ahmad Yani (PPMAY) ini.

Lebih lanjut Sodikin juga berharap para pemangku kebijakan, dalam hal ini pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, bisa memperlakukan kebijakan yang win-win solution bagi semua pihak.

Sementara itu, Koordinator Lapangan PPMAY KRT Karyanto Purbohusudo menyatakan, pihaknya sangat setuju dengan penegakan prokes. Pasalnya, itu memang sangat penting diterapkan dalam situasi pandemi Covid-19 yang belum juga bisa terkendali seperti saat ini.
Namun ia memohon agar PPKM Level 4 yang akan selesai hari ini, bisa sedikit dilonggarkan. “Karena kami semua sudah sangat kesulitan untuk mencari rezeki. Banyak toko-toko yang telah dijual,” tandasnya. (kur/laz)

Jogja Raya