RADAR JOGJA – Pemprov DIJ akan membentuk satgas percepatan vaksinasi. Langkah ini guna menjawab target capaian 100 persen pada akhir Oktober 2021. Perannya dengan melakukan pergerakan di tingkat RT dan RW.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan DIJ capaian vaksin tahap pertama mencapai 1.242.450 dosis atau 43,15 persen. Sementara untuk tahap kedua mencapai 477.149 dosis atau 16,57 persen. Sedangkan untuk target sasaran penerima vaksin Covid-19 kisaran 2,8 juta jiwa.

“Membentuk satgas percepatan vaksin. Diharapkan nanti Agustus sampai awal September bisa 50 persen. Nanti harapannya syukur bisa 100 Persen di Oktober sesuai harapan pemerintah pusat,” jelasnya ditemui di Kompleks Kantor Kepatihan Pemprov DIJ, Senin (9/8).

Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini tak menampik akan ada perubahan skema. Besar kemungkinan tidak dengan vaksinasi massal. Lebih mengutamakan sasaran secara langsung di tingkat RT dan RW.

Pilihan ini berdasarkan evaluasi penerapan vaksinasi sebelumnya. Seperti penyelenggaraan mobilisasi oleh TNI dan Polri. Sasarannya cenderung acak tidak berasal dari lingkungan yang sama. “Dengan organisasi-organisasi dan asosiasi itu kan sudah. Jadi tnyata kurang efektif ya. Langsung saja lah, sekarang penularanjya di keluarga dan tetangga. Langsung saja di RT dan RW seperti di Sleman dan Kota (Jogja),” katanya.

Skema ini mengadaptasi jemput bola. Vaksinasi akan dilakukan oleh Satgas di tingkat Kalurahan. Dengan memanfaatkan fasilitas Kalurahan atau mendatangi rumah warga. “Untuk ketersediaan vaksin cukup. Bisa mencapai 50 persen lebih. Tapi begitu nanti di provinsi diambil kabupaten kan kita bisa minta lagi,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi memastikan jajarannya siap mewujudkan target vaksinasi Oktober. Diawali dengan peningkatan target harian dari 2.200 dosis menjadi 4.500 dosis. Lalu menambah titik vaksinasi massal reguler di XT Square dan Kantor PDAM. Kapasitasnya dari 1.000 dosis menjadi 1.500 dosis.

Skema selanjutnya adalah mendukung vaksinasi oleh pihak swasta. Pemerintah, lanjutnya, berperan sebagai fasilitator. Dengan memberikan supervissi dan vaksin. “Melibatkan masyarakat atau lembaga yang menyiapkan diri untuk kerjasama dengan klinik diluar tim kami. Nanti kami bantu supervisi dan vaksin, tapi nakes dari tim dokter klinik sekitarnya,” katanya.

Calon penerima vaksin akan didata oleh perangkat RT dan RW. Untuk kemudian dijadwalkan di waktu yang sama. Heroe meyakini pendataan ini lebih optimal dan akurat. “Warga nanti dikumpulkan di Kalurahan yang mendata dari RT dan RW. Ini sudah jalan sebagian,” ujarnya. (dwi/ila)

Jogja Raya