RADAR JOGJA РMenteri Koordinator Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan  mendorong target capaian vaksinasi di Jogjakarta capai 100 persen. Batas waktunya adalah akhir September 2021. Dia optimis target ini bisa tercapai.

Berdasarkan data Dinkes DIJ, capaian vaksinasi tahapan pertama mencapai 1.178.949 dosis atau 40,94 persen. Sementara dosis kedua mencapai 432.472 atau 15,37 persen. Sementara total sasaran vaksin di Jogjakarta adalah 2.879.699 jiwa.

“Vaksin tadi kami sama Pak Gubernur DIJ¬†(Hamengku Buwono X) akan kita bisa vaksin hampir 100 persen itu nanti bulan September keseluruhan ini. Setidaknya bisa nyaris 100 persen pada September 2021 mendatang,” jelas Luhut Binsar Panjaitan, Jumat (6/8).

Dia berharap masyarakat turut menyukseskan program vaksinasi. Tujuannya agar herd imunity dapat segera terbentuk. Selain itu juga agar aktivitas dapat kembali berjalan normal.

“Kalau yang belum vaksin segera vaksin. Lalu antar orangtuanya agar bisa dapat vaksin. Kedepan ini sangatlah penting setelah mendapatkan vaksin,” kata Menteri Koordinator Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengaku siap mewujudkan target vaksinasi. Terutama meningkatkan target harian menjadi empat kalilipat. Dari perhari sekitar 2.700 dosis vaksin mencapai 15.000 perharinya.

Hanya saja untuk target keseluruhan, dia menjanjikan rampung akhir tahun. Setidaknya mencapai 70 persen pada akhir 2021.

“Sebenarnya untuk saat ini target harian sudah 5.000 dosis. Jumlah ini sudah melampaui target dalam PPKM Level 4 sebanyak 2.700 dosis perharinya,” ujar Kustini Sri Purnomo.

Berdasarkan data Pemkab Sleman hingga 4 Agustus cakupan vaksinasi dosis pertama mencapai 352.987 atau 40,2 persen. Sementara untuk dosis kedua sudah 144.491 atau 16,4 persen. Dari data ini, Kustini optimis target 70 persen dapat tercapai di akhir tahun.

Upaya percepatan vaksinasi terus berlangsung. Saat ini 200 dosis vaksin tersuntikan di setiap Puskemas. Tercatat ada 25 puskesmas yang tersebar di seluruh Kabupaten Sleman. Pihaknya akan melibatkan mahasiswa kedokteran sebagai tenaga vaksinator tambahan.

“Jumlah tersebut juga sangat mungkin bertambah mengingat banyaknya permintaan vaksin di luar faskes setiap harinya. Artinya optimis bisa memenuhi target itu,” kata Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo.(dwi/sky)

Jogja Raya