RADAR JOGJA – PSSI berencana menggulirkan kompetisi Liga 1 musim 2021-2022 pada 20 Agustus mendatang. Kabar tersebut disambut antusias oleh para pesepakbola nasional. Tak terkecuali penggawa PSS Sleman.

Ya, mereka mengaku gembira karena penantian panjang itu akan segera berakhir. Mengingat sudah 1,5 tahun kompetisi terhenti akibat pandemi Covid-19.

Bek PSS Samsul Arifin misalnya. Pemain asal Pasuruan, Jawa Timur itu mengaku sangat lega setelah mendengar kabar akan bergulirnya liga. “Alhamdulillah soalnya saya dan teman-teman pun kangen suasana pertandingan. Kalau untuk rencana liga 1 di mulai 20 Agustus, semoga bisa terealisasi,” ujar Samsul kepada Radar Jogja, Rabu (4/8).

Yang jadi masalah adalah persiapan peserta tim akan sangat mepet. Sebab, klub hanya memiliki waktu 15 hari saja jelang kick off. Sedangkan saat ini, sebagian besar klub masih meliburkan pemainnya.

Meski begitu, bek 36 tahun itu menyatakan kesiapannya berkompetisi. Bagi Samsul, yang terpenting sepak bola nasional bisa berjalan kembali. “Insyaallah secara individu saya siap, meski latihan secara tim nggak ada. Paling tidak kami punya modal kekeluargaan di tim ini, seperti yang di terapkan di Piala Menpora,” katanya.

Lantas, kapan Super Elang Jawa -julukan PSS- kembali berlatih? Soal itu, Samsul juga belum tahu. “Masih belum ada kabar untuk kumpul dari manajemen,” bebernya.

Terpisah, hal senada disampaikan gelandang PSS Jefri Kurniawan. Dia sangat bersyukur akhirnya ada kabar pelaksanaan liga musim ini. “Semoga ini berjalan sesuai rencana, karena hal ini benar-benar kami tunggu,” ucapnya. Meski senang, lanjut Jefri, ada sedikit rasa khawatir jika kompetisi kembali ditunda. “Saya masih menunggu kelanjutan informasi mengenai hal ini. Karena seperti kemarin izin sudah turun namun akhirnya batal,” tambah dia.

Sebelumnya Liga 1 musim 2021-2022 direncanakan kick off pada 9 Juli 201. Namun, ditunda menyusul Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat serta status level 4 di Pulau Jawa-Bali.

Saat ini Jefri masih berada di Malang, Jawa Timur. Selama tim diliburkan, dia tetap menjalani latihan mandiri virtual bersama rekan timnya. “Kondisi pasti ada perubahan, tapi saya tetap menambah porsi latihan mandiri juga. Belum bisa dibilang siap 100 persen,” pungkasnya. (ard/bah)

Jogja Raya