RADAR JOGJA – Sekelompok massa dari Gerakan Nasional Bangkit Indonesiaku melakukan pemasangan ratusan Bendera Merah Putih di sepanjang kawasan Malioboro Jogja, Kamis (5/8).

Aksi ini mengajak masyarakat tetap bangkit di tengah pandemi Covid-19. Saling tolong menolong dengan mengedepankan kearifan lokal yang dimiliki.

Aksi diawali dengan pembacaan maklumat di halaman DPRD DIJ. Berlanjut dengan pemasangan 200 bendera di sepanjang kawasan Malioboro. Selain itu juga membagikan 600 bendera kecil kepada pelaku usaha maupun pengunjung Malioboro.

“Marilah masyarakat Indonesia secara umum dan Jogjakarta khususnya untuk bangkit dan tetap semangat menghadapi pandemi Covid-19. Tak pesimis, tidak loyo, jangan menyerah dan nglokro. Punya semangat yang menjadi imun dan berikan motivasi untuk bangkit Indonesia,” jelas Koordinator Gerakan Nasional Bangkit Indonesiaku Slamet Santoso ditemui di halaman Gedung DPRD DIJ, Kamis (5/8).

Aksi ini juga menerbitkan lima maklumat rakyat. Pertama adalah untuk tetap optimis dan pantang menyerah dalam menghadapi pandemi. Selain itu juga menjaga semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat.

Maklumat kedua adalah seruan kepada pemerintah pusat dan daerah atas kebijakan penanganan Covid-19. Untuk benar-benar mengeluarkan kebijakan yang strategi tak hanya normatif. Agar penanganan Covid-19 berjalan optimal.

“Butuh langkah yang cepat, gesit, merantasi dan terobosan-terobosan progresif. Tata kelola dan kebijakan penanganan pandemi harus terus disempurnakan. Jangan hanya lip Service,” kata Slamet Santoso.

Maklumat ini juga mendesak terbitnya kebijakan yang sifatnya nyata. Mulai dari refocusing anggaran yang dapat langsung membantu masyarakat. Juga menindak tegas apabila terjadi penyelewengan anggaran kedaruratan.

Dalam maklumat ini juga meminta agar aktivitas perekonomian dapat berangsur normal. Diawali dengan pembukaan akses bagi pengunjung kawasan Ahmad Yani, Malioboro dan Pasar Beringharjo. Lalu dapat berjualan dengan protokol kesehatan berlaku ketat.

“Mayoritas para pelaku ekonomi di tiga kawasan ini telah jalani program vaksinasi. Berharap agar pemilik toko, pedagang kaki lima, kuliner lesehan dapat diperbolehkan mulai berjualan sesuai protokol lesehatan berlaku,” harapnya.

Setelah pembacaan maklumat, para pedagang dan komunitas langsung mengambil bendera merah putih. Untuk kemudian dipasangkan ke setiap pagar tanaman kawasan Malioboro. Sementara para ibu-ibu membagikan bendera kecil sambil berjalan kaki.

“Maklumat kelima ini sebagai simbol semangat menjaga kebersamaan dan pantang menyerah. Sekaligus menyambut HUT RI ke 76,” ujar Koordinator Gerakan Nasional Bangkit Indonesiaku Slamet Santoso. (dwi/sky)

Jogja Raya