RADAR JOGJA – Sejumlah satwa Jogja Exotarium Sendangadi, Mlati, Sleman yang biasanya di dalam kandang, dilepasliarkan di Lapangan Puspowarni, Rabu (4/8). Ada kuda, kambing, ular, kelinci, kalkun, iguana, kura-kura dan lainnya dilepaskan secara bersamaan. Oleh pemiliknya, satwa itu sengaja dikumpulkan untuk mengkritisi kebijakan pemerintah karena memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 4.

Owner Jogja Exotarium Akbar Taruna mengatakan, aksi ini sebagai bentuk protes atas kebijakan PPKM yang diberlakukan selama satu bulan. Akibat kebijakan itu, wisata ini ditutup. Jogja Exotarium, tempat wisata edukasi dan outbond yang menyediakan mini zoo tak bisa berkutik. Sisi lain harus menghidupi satwa-satwanya sebanyak 350 ekor.

“Pemasukan kami hanya mengandalkan tiket Rp 35 ribu sekali masuk untuk pakan satwa. Karena ditutup, pemasukan nggak ada, terpaksa membuka donasi,” kata Akbar di lokasi Rabu(4/8).

Aksi tersebut digelar simbolik. Tidak semua hewan dilepaskan. Di lokasi yang sama juga dilakukan aksi pengibaran bendera Merah Putih setengah tiang. Menyimbolkan tentang kesedihan. Karena tidak hanya manusia yang terdampak PPKM, tapi juga satwa.

Aksi seperti ini kali pertama dia gelar. Dia menjelaskan, 1,5 tahun dihujam pandemi menyebabkan kondisi wisata ini terpuruk. Mulai bangkit dan bisa bertahan pasca new normal, Januari hingga Juni. Selama beroperasi mereka masih mengandalkan uang tabungan.
“Biaya operasional sebulan Rp 100 juta, Rp 35 juta untuk biaya pakan satwa. Sisanya pemeliharaan lingkungan, gaji karyawan dan lainnya. Ini sudah tidak bisa tercover,” katanya.

Terpaksa dia mengurangi jumlah karyawan. Dari 60 menjadi 30 orang. Juga mengurangi biaya pakan satwa kijang dan kambing dengan cara mengumbar ternak di tanah lapang untuk merumput.
“Jika nanti PPKM diperpanjang terus, ya kami akan surati dinas, sampai pemerintah atas. Bagaimanapun caranya, pemerintah harus memberikan bantuan sebagai konsekuensinya,” bebernya.

Dikonfirmasi terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Peternakan dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman Suparmono mengatakan, kebijakan PPKM ini sesuai Instruksi Mendagri, lalu dilanjutkan melalui Instruksi Gubernur (Ingub) DIJ dan diteruskan melalui Instruksi Bupati (Inbup) Sleman. Sesuai instruksi, selama PPKM Level 4 semua destinasi wisata masih tutup sementara.

Disinggung terkait bantuan pakan satwa terdampak pandemi Covid-19, Pram mengaku belum mendapatkan arahan ataupun bantuan untuk kebun binatang mini tersebut. “Sampai saat ini belum ada program bantuan untuk kebun binatang mini itu,” tandasnya. (mel/laz)

Jogja Raya