RADAR JOGJA – Kehadiran Yogyakarta International Airport (YIA) di Temon, Kabupaten Kulonprogo, mendongkrak pengembangan wilayah di sekitarnya. Bahkan PT Angkasa Pura I menyiapkan lahan seluas 85 hektare untuk pembangunan airport city.

Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi mengatakan, lahan yang disiapkan untuk pembangunan airport city itu terletak di depan kawasan bandara. Di mana lahan tersebut juga merupakan akses utama menuju terminal keberangkatan dan kedatangan bagi masyarakat pengguna jasa transportasi udara.

Terkait upaya pengembangan airport city itu, pihaknya bakal menggandeng anak perusahaan dari PT Angkasa Pura I yakni PT Angkasa Pura Properti untuk mengundang calon mitra strategis. Sehingga tidak menutup kemungkinan pembangunan wilayah kota bandara itu akan melibatkan banyak pihak.
Adanya pengembangan airport city itu, lanjut Fahmi, juga menjadi salah satu upaya dari PT Angkasa Pura I untuk mendatangkan potensi pendapatan baru. Di mana hal itu juga seiring dengan strategi perluasan portofolio bisnis bagi perusahaan penyedia layanan kebandarudaraan itu.

“Salah satunya adalah dengan mengembangkan lahan YIA menjadi airport city. Pengembangan ini kami lakukan dengan mendorong peran anak perusahaan, Angkasa Pura Properti sebagai ujung tombak pengembangan kawasan airport city YIA yang dapat bersinergi dengan mitra-mitra potensial,” ujarnya (31/7).

Sementara dalam rencana pembangunan itu, Direktur PT Angkasa Pura Properti Pikri Ilham Kurniansyah mengungkapakan bahwa ada beberapa produk pengembangan yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan kebandarudaraan. Namun juga mennjadikan airport city sebagai destinasi baru bagi masyarakat Jogjakarta dan sekitarnya.

Adapun rencana pembangunan, lanjut Pikri, di antaranya Retail (F&B and Handicraft Center), hotel, theme park, warehouse, office park, dormitory dan fasilitas meeting-incentives-convention-exhibition (MICE). Serta beberapa fasilitas publik lain seperti universitas, rumah sakit, dan sport center.
Untuk pendaftaran seleksi calon mitra strategis yang berminat pada proyek pendayagunaan lahan bandara itu, ia mengatakan dibuka hingga 6 Agustus. Calon mitra pun tidak terbatas pada lingkup nasional saja, namun juga internasional.

“Kami mengundang para mitra strategis baik nasional maupun internasional untuk dapat mengambil kesempatan ini dengan ikut berpartisipasi dalam proses seleksi mitra,” ujar Pikri. (inu/laz)

Jogja Raya