RADAR JOGJA- Guna mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19, Pemprov DIJ akan mengalihfungsikan Hotel Mutiara menjadi shelter Covid-19. Kedua bangunan di kawasan Malioboro ini memiliki kapasitas sekitar 220 tempat tidur.

Sekprov Pemprov DIJ, Kadarmanta Baskara Aji belum bisa memastikan pemanfaatan optimal. Hanya saja pihaknya telah merancang sejumlah rencana. Termasuk ketersediaan tenaga kesehatan yang bersiaga setiap harinya.

“Benar, untuk Covid-19 tapi bukan rumah sakit darurat tapi isolasi terpusat (isoter) karena berada di tengah kota. Lalu kalau rumah sakit tingkat infeksi tinggi sehingga isoter. Tapi jika penilaian (pemerintah) pusat bisa jadi rumah sakit ya ditinjau lagi,” jelas Kadarmanta Baskara Aji ditemui di Kompleks Kantor Kepatihan Pemprov DIJ, Senin (2/8).

Awalnya sempat tersebar informasi peralihan fungsi menjadi rumah sakit darurat Covid-19. Aji memastikan arah kebijakan masih ke shelter isolasi terpusat. Pertimbangan lokasi Hotel Mutiara berada di pusat Kota Jogja.

Walau begitu jajarannya tetap menyiapkan skema protokol. Terutama untuk mobilitas pasien dan tim kesehatan. Termasuk membatasi pergerakan warga untuk masuk ke zona isolasi Hotel Mutiara.

“Nanti ada pengawasan orang keluar masuk, tidak boleh mobilitas. Masih harus dibenahi dulu, operasional belum. Kalau kapasitas, bangunan utara 80 bed, bangunan selatan 130 sampai 140 bed,” kata Sekprov Pemprov DIJ, Kadarmanta Baskara Aji.

Aji menjabarkan skema penggunaan shelter Hotel Mutiara. Sifatnya sebagai cadangan apabila shelter di Jogjakarta penuh. Berdasarkan data, Jogjakarta masih memiliki sekitar 1.000 tempat tidur isoter.

Terkait tenaga kesehatan menjadi kewenangan Dinas Kesehatan DIJ. Hanya saja kebutuhannya tidak terlalu banyak. Mayoritas perawat dan membutuhkan 2 dokter.

“Sebetulnya ini juga sifatnya cadangan kalau ditempat lain tidak memungkinkan, karena minat masuk isoter juga minim. Bisa kami operasionalkan kalau mendesak,” ujar Mantan Kepala Disdikpora ┬áDIJ Kadarmanta Baskara Aji.

Hotel Mutiara telah berstatus milik Pemprov DIJ. Dibeli dengan Dana Keistimewaan sebesar Rp 170 Miliar. Kedepannya bangunan ini akan menjadi sentra pedagang UMKM kawasan Malioboro.

Pihaknya juga melakukan sosialisasi kepada warga dan pedagang. Terkait pemanfaatan Hotel Mutiara menjadi shelter isoter Covid-19. Hingga akhirnya dimanfaatkan secara optimal sebagai tindakan medis.

“Untuk sentra UMKM mundur dulu tapi tetap siapkan, karena ini sifatnya lebih darurat. Sosialisasi ke pedagang setempat itu pasti, bahkan seluruh masyarakat termasuk orang Kepatihan (pegawai Pemprov DIJ),” kata Sekprov Pemprov DIJ, Kadarmanta Baskara Aji. (dwi/sky)

Jogja Raya