RADAR JOGJA – Dulu Yellow Pages menjadi raja buku direktori nomor telepon dan informasi usaha. Cara konvensional mencari nomor telepon secara cepat di buku telepon itu sangat membantu. Tak terkecuali di dalam roda pemerintahan, termasuk Pemkab Gunungkidul.

Mantan Kepala Bagian (Kabag) Tata Usaha (TU) Informasi dan Komunikasi (Inkom) Kabupaten Gunungkidul Supriyanto bercerita mengenai popularitas Yellow Pages sebelum ditenggelamkan era digital. “Buku telepon era saya sangat diperlukan. Bahkan pemkab sempat membuat buku kerja berisi nomor telepon para pejabat,” kata Supriyanto saat ditemui Radar Jogja (30/7).

Semua instansi dibekali buku pintar itu. Mulai dari pejabat pemkab sampai tingkat kecamatan. Bekerjasama dengan PT Telkom yang berkantor depan Bangsal Sewokoprojo, Wonosari, komunikasi lintas sektoral dapat tersambung dengan baik.

“Buku telepon ukuran setebal bantal. Saya masih punya sampai sekarang,” ucapnya, sambil menunjukkannya kepada koran ini.
Karena ukuran huruf kelewat kerdil, butuh ketelitian untuk mengamati angka-angka. Yellow Pages diakui cukup membantu pemkab dalam membangun Bumi Handayani. Melalui pegawai yang ditunjuk, dapat berkomunikasi dengan Pemprov DIJ dan pemerintah pusat hingga mitra kerja maupun pihak ketiga. “Satu kecamatan dibekali satu buku kerja berisi nomor telepon penting,” ucapnya.

Pensiunan aparatur sipil negara (ASN) yang kini menjabat ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul itu mengungkap ‘kenakalan’ pegawai pemkab ‘tempo doeloe’. Pura-pura telepon urusan negara, namun komunikasinya justru untuk kepentingan pribadi. “Terungkap saat tagihan telepon membengkak,” ungkapnya.

Buru-buru permasalahan itu dirapatkan dan dilakukan pelacakan. Ternyata nomor telepon paling sering dihubungi oknum ASN di wilayah Kota Surabaya. Hasil kroscek ternyata benar, nomor yang dihubungi tidak ada hubungannya dengan kepentingan kedinasan.

“Tapi sekarang buku telepon bergeser ke digital. Walau begitu, penggunanya masih ada tapi tidak seperti dulu,” terangnya.
Sementara itu, seorang wiraswasta, Suladi mengaku rajin menyimpan buku telepon. Sebagai karyawan di salah satu percetakan, pihaknya membutuhkan Yellow Pages sebagai pendukung kerja. Dia mengaku masih ingat bagaimana lambannya mencari nomor telepon penting dalam buku tebal.

“Kan sesuai huruf abjad ya urutannya. Saya juga masih ingat, buku telepon cukup berat kalau dibawa,” kata Suladi. (gun/laz)

Jogja Raya