RADAR JOGJA – Selain oksigen, permintaan plasma konvalesen dalam satu bulan terakhir juga meningkat. Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jogja merespon akan menambah mesin plasma konvalesen.

Pengurus Harian PMI Kota Jogja, Lilik Kurniawan mengatakan, penambahan mesin plasma konvalesen untuk memenuhi permintaan yang meningkat signifikan satu bulan ini. Direncanakan penambahan mesin satu atau dua unit. Tetapi, jika memungkinkan bisa menambah lebih dari itu. “Kami sedang berupaya menambah satu atau dua unit mesin. Bahkan jika memungkinkan menambah lima mesin plasma konvalesen,” katanya, Jumat (30/7).

Lilik menjelaskan permintaan plasma konvalesen tersebut tidak hanya berasal dari rumah sakit di Kota Jogja saja. Tetapi juga dari berbagai kabupaten lain di DIJ. Mengingat, PMI Kota menjadi salah satu garda terdepan dalam hal plasma konvalesen di DIJ. Terlebih permintaan juga datang dari kota lain di Jawa Tengah seperti Magelang, Klaten, Solo hingga Semarang. “Kami juga membantu ke sana. Makanya, kami sedang berusaha menambah mesin plasma untuk meningkatkan layanan,” ujarnya.

Dalam sehari, PMI kota baru bisa memproduksi sekitar 11 hingga 13 kantong plasma. Sementara, dalam sehari PMI kota bisa menerima puluhan permintaan plasma konvalesen. Hal ini menjadi kendala untuk proses percepatan penanganan pasien. “Ini (plasma konvalesen) sebagai bagian dari upaya terapi bagi pasien Covid-19 yang mengalami gejala berat,” jelasnya.

Dikatakan, permintaan plasma konvalesen untuk terapi penyembuhan pasien Covid-19 ini dilakukan melalui rumah sakit. Plasma akan diberikan dengan proses transfusi sehingga hanya bisa dilakukan di rumah sakit. Plasma konvalesen yang sudah diperoleh sebaiknya langsung diberikan secepatnya kepada pasien meskipun ada masa berlaku tertentu.

Karena itu, pihaknya pun mengajak sebanyak-banyaknya penyintas Covid-19 dengan kriteria tertentu untuk meluangkan waktu dan mendonorkan plasma mereka untuk membantu pemulihan pasien Covid-19. Proses donor plasma konvalesen membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam. “Banyak pasien yang membutuhkan uluran tangan dan bantuan para penyintas supaya bisa segera kembali pulih. Dalam masa seperti sekarang ini, saling membantu dan menolong sesama yang membutuhkan sangat penting dilakukan,” terangnya.

Pendonor plasma konvalesen diutamakan pria yang pernah terpapar Covid-19. Atau jika perempuan diutamakan belum pernah melahirkan. PMI akan melakukan pengecekan kesehatan secara umum sebelum pendonor melakukan donor plasma. (wia/pra)

Jogja Raya