RADAR JOGJA – Pemprov DIJ berencana merekrut sedikitnya 100 tenaga kesehatan (nakes) dalam waktu dekat. Nakes nantinya akan dibentuk menjadi satuan tugas (satgas). Itu dilakukan dalam rangka menekan angka kematian pada pasien yang menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah.

Mereka bakal diterjunkan ke desa-desa untuk memantau dan mendampingi pasien Covid-19 yang menjalani isoman di rumah masing-masing. “Gubernur menyampaikan para isoman ternyata banyak yang meninggal dunia. Karena mereka rata-rata kesehatannya tidak terpantau,” kata Sekprov DIJ Kadarmanta Baskara Aji.

Mantan kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIJ ini menjelaskan, saat ini proses perekrutan telah dimulai. Pelaksanaannya dipimpin Danrem 072/Pamungkas. Aji juga menyatakan pihaknya meminta bantuan kepada kampus-kampus yang memiliki Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Masyarakat untuk menyediakan sumber daya manusia (SDM) untuk memenuhi kebutuhan nakes itu.

“Karena memang diminta untuk dibantu oleh Korem. Korem juga didukung Dinas Kesehatan dan Fakultas Kedokteran yang ada di DIJ seperti UGM, UMY, dan UAD,” jelasnya.

Sementara kini sudah ada 50 nakes yang berhasil direkrut. Terdiri atas dokter maupun perawat. Dalam waktu dekat mereka segera diterjunkan ke lapangan. “Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa tambah,” paparnya.

Menurut data yang dihimpun Pemprov DIJ, saat ini ada hampir 29 ribu orang terpapar Covid-19 yang sedang menjalani isoman. Upaya pengawasan menjadi penting, karena acapkali kondisi pasien isoman tidak terpantau petugas medis. Sehingga angka kematian terus mengalami lonjakan.

Upaya pemeriksaan dan pendampingan dilakukan oleh satgas dengan berkeliling dari rumah ke rumah di bawah koordinasi Danrem 072/Pamungkas bersama petugas puskesmas, Babinsa dan Babinkamtibmas.

Sementara itu, Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Muchlas menyatakan kesiapannya untuk memberi dukungan SDM sebagai upaya penanganan pandemi Covid-19 di DIJ. Sumber daya manusia yang dihimpun berasal dari RS UAD hingga tenaga di Fakultas Kedokteran, Fakultas Farmasi, dan Fakultas Kesehatan Masyarakat. “Pada prinsipnya kami siap berpartisipasi. Terutama kalau itu menyangkut ketersediaan nakes, maka kami punya resources itu,” jelasnya.

Menurut Muchlas, saat ini telah tersedia sedikitnya 26 dokter dan sejumlah nakes yang siap dimobilisasi untuk penanganan Covid-19. “Kalau pemerintah atau masyarakat ingin ada bantuan itu, tentu ini salah satu bentuk kepedulian kita terhadap persoalan kemanusiaan,” jelasnya. (kur/laz)

Jogja Raya