RADAR JOGJA – Sekprov Pemprov DIJ, Kadarmanta Baskara Aji memastikan pembangunan instalasi generator oksigen berlangsung sesegera mungkin. Rencananya akan ada 3 alat yang terpasang di Balai Pengembangan Teknologi Tepat Guna (BPTTG). Masing-masing alat dapat mengisi 400 hingga 500 tabung kapasitas 6 meter kubik perharinya.

Tak hanya provinsi, Aji memaparkan setiap pemerintah kabupaten juga melakukan tindakan serupa. Mulai dari Pemerintah Kabupaten Sleman, Bantul dan Gunungkidul. Masing-masing memiliki kapasitas yang kurang lebih sama.

“Dari semua itu rata-rata bisa 500 tabung sehari maka dapat menghasilkan 2.000 tabung. Untuk Kulonprogo kebutuhannya tidak terlalu banyak, nanti disuport dari provinsi,” jelas Sekprov Pemprov DIJ, ditemui di Kompleks Kantor Kepatihan Pemprov DIJ, Rabu (28/7).

Aji menjelaskan pembangunan ketiga instalasi ini menghabiskan dana Rp. 25 Miliar. Menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemprov DIJ. Sementara untuk tingkat kabupaten menjadi tanggungjawab Pemerintah setempat.

“Sekarang sudah proses pengadaan. Rekaman minta waktu 1 bulan. Rencana 3 alat ini dipasang semua di BPTTG. Anggarannya Rp 25 Miliar dari APBD,” kata Sekprov Pemprov DIJ, Kadarmanta Baskara Aji.

Tak hanya instalasi Generator oksigen, Pemprov DIJ juga memiliki oksigen konsentrator. Alat ini merupakan bantuan dari Kementerian Kesehatan dan Kementerian Maritim dan Investasi. Total saat ini sudah memiliki 250 unit oksigen konsentrator.

Penggunaan alat tak memerlukan isi ulang oksigen. Hanya memanfaatkan tenaga listrik. Oksigen juga diambil langsung dari lingkungan dan diekstrak oleh alat.

“Kemarin sudah datang awalnya 100, lalu datang lagi 150 unit. Dalam waktu dekat 20 unit. Suplai khusus ke rumah sakit yang yang merawat pasien Covid-19. Satu alat bisa dipakai untuk 2 pasien sekaligus,” ujar Kadarmanta Baskara Aji. (dwi/sky)

Jogja Raya