RADAR JOGJA – Stok vaksin Covid-19 dipastikan masih mencukupi untuk sasaran masyarakat Kota Jogja. Sehingga percepatan vaksinasi bisa terus digencarkan guna membentuk kekebalan kelompok (herd immunity) minimal 70 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja Emma Rahmi Aryani mengatakan, sejauh ini stok vaksin yang ada di gudang penyimpanan vaksin sekitar 30 ribuan dosis dan siap disuntikan kepada sasaran masyarakat. “Ketersediaan vaksin ini juga lancar kalau di kota. Di sini sangat mudah mendapatkan vaksin,” katanya di Kantor Kemantren Mergangsan.

Emma menjelaskan, stok vaksin di fasilitas kesehatan juga masih tercukupi sekitar 10-20 ribuan untuk sasaran vaksinasi reguler di 13 rumah sakit, tiga klinik, dan 18 puskesmas. Jumlah ini terbilang mencukupi untuk penyuntikan beberapa hari ke depan. Terlebih pada Agustus ini mulai menggencarkan vaksinasi full selama enam hari kerja. “Walaupun ini memang belum full seminggu, tapi harapan kami, mulai Agustus bisa enam hari penuh, sambil melihat ketersediaan SDM-nya,” ujarnya.

Hal itu karena puskesmas maupun rumah sakit nakesnya tidak hanya bertugas imunisasi saja, melainkan juga harus fokus menangani pasien. Terlebih nakes puskesmas pun tugasnya juga melakukan testing dan tracing.

“Ini kan berat ya, apalagi dari Juni sampai sekarang sudah ada 270 nakes yang positif. Ada beberapa puskesmas sempat tutup satu sampai dua hari karena tenaganya banyak yang terpapar,” jelasnya.
Lebih lanjut Emma menjelaskan, ketercukupan stok vaksinasi di Kota Jogja itu tidak terlepas dari upaya koordinasi intensif dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) secara langsung. Sehingga, upaya penambahan alokasi vaksin untuk masyarakat tak pernah terkendala.

“Karena kami biasanya 10 hari dari habis sudah minta. Kami berusaha terus minta ke pusat. Pak Wali sendiri yang turun tangan, telepon ke Menteri Kesehatan atau Dirjen. Kami langsung koordinasi, jadi minta buffer-nya pusat, bukan provinsi. Terakhir kami minta 100 ribu,” terangnya.

Sehingga lewat gerakan ‘Jogja Merdeka Vaksin’ yang digulirkan sejak Senin (26/7) bisa mencapai target setidaknya 75 persen penduduk, terutama diprioritaskan warga Kota Jogja sudah tervaksin pada 17 Agustus. Ini agar segera bisa tercapai herd immunity di Kota Pelajar ini.

Terpisah, anggota Pansus Pengawasan Penanganan Covid-19 DPRD Kota Jogja Nurcahyo Nugroho mengatakan, target membentuk kekebalan kelompok per 17 Agustus itu bertepatan Hari Kemerdekaan RI cukup realistis apabila percepatan vaksinasi digarap secara konsisten. “Kalau tidak bisa 17, kepepetnya 30 Agustus nggak masalah, selama masih Agustus. Yang penting 70 persen warga bisa tervaksin dulu. Nanti sisanya bisa disisir lewat puskesmas kota,” katanya. (wia/laz)

Jogja Raya