RADAR JOGJA – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIJ membantah adanya pungutan peserta vaksinasi massal. Sebelumnya beredar kabar ada pungutan Rp 35 ribu bagi pekerja dalam vaksinasi massal yang digelar Kadin DIJ.

Ketua Panitia Pelaksana Vaksinasi Massal untuk Pelaku UMKM Kadin DIJ Tim Apriyanto menyatakan, pekerja tidak dibebani untuk membayar penyelenggaraan vaksinas. Tim menjelaskan, rasionalisasi total beban pelaksanaan vaksinasi ini dibagi dengan target sasaran.

Setiap perusahaan yang menghendaki pekerjanya divaksin untuk memberikan subsidi per karyawan sebesar Rp 35 ribu. “Namun itu tidak dibebankan kepada para pekerjanya,” ungkap Tim Apriyanto di Jogja Expo Center (JEC), Banguntapan, Bantul, Selasa(27/7).

Diketahui, Kadin DIJ sendiri telah membentuk kelompok kerja untuk menangani dampak pandemi korona sejak 2020 yang disebut JERCovid (Jogja Economic Resilience for Covid-19). Salah satu program yang dijalankan adalah vaksinasi untuk mencapai herd immunity.

Di mana mereka telah melakukan kerja sama dengan sejumlah pihak terkait, baik pemerintah maupun swasta untuk mempercepat vaksinasi Covid-19 kepada para pelaku usaha di DIJ. Selain itu, Kadin DIJ juga telah menyelenggarakan vaksinasi massal Covid-19 untuk pelaku UMKM gelombang 1 pada 20-24 Juni 2021 lalu.

Total peserta vaksinasi mencapai 28.978 orang. Mereka juga melakukan vaksinasi gelombang 2 yang berlangsung mulai 25 hingga 29 Juli di JEC. Namun, Kadin membuka peluang untuk perpanjangan apabila stok vaksin masih mencukupi hingga awal Agustus 2021.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DIJ Aria Nugrahadi menegaskan, pekerja tak dipungut biaya sepeser pun untuk mengikuti vaksinasi Covid-19. Keberhasilan vaksinasi Covid-19 sebagai hasil kolaborasi dari berbagai pihak. “Untuk mendukung percepatan vaksinasi Covid-19, perusahaan memang harus mendukung, memfasilitasi, dan mengizinkan pekerjanya untuk ikut program vaksinasi,” tandasnya. (kur/laz)

Jogja Raya