RADAR JOGJA – Program percepatan vaksinasi Covid-19 terus digenjot Pemkot Jogja untuk membentuk kekebalan kelompok di kota ini. Keseriusan ini dibuktikan secara resmi dengan meluncurkan gerakan ‘Jogja Merdeka Vaksin’ yang ditandai dengan vaksinasi massal di tiga kemantren.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja Haryadi Suyuti (HS) mengatakan, 20 hari menjelang 17 Agustus ini Kota Jogja harus merdeka vaksin. Artinya, setidaknya target yang dicapai batas minimal untuk 70 persen penduduk Kota Jogja sudah tervaksinasi di bulan Agustus. Sebab, vaksinasi menjadi satu pilihan tepat untuk membentuk herd immunity.

“Laju pertumbuhan Covid-19 ini menyedihkan, artinya naik turun. Jauh lebih penting tingkat kematian akibat Covid-19. Satu nyawa sangat berarti, dengan vaksinasi paling tidak apabila terinfeksi bisa segera sembuh,” katanya di Kantor Kemantren Mergangsan, Senin (26/7).

HS menjelaskan gerakan ini merupakan semangat dan komitmen Pemkot Jogja untuk memastikan seluruh warganya mendapat vaksin Covid-19. Terlebih pada 17 Agustus mendatang adalah Hari Kemerdekaan RI. Selain untuk memperingatinya, menjadi sebuah momentum bersama masyarakat untuk merayakan kemerdekaan seluruh warga Kota Jogja sudah tervaksin.

“Ini hanya terminologi saja, karena bulan Agustus adalah bulan kemerdekaan. Selama bulan Agustus ini, ayo kita ajak seluruh warga kota untuk berpartisipasi aktif bersedia divaksin,” ajaknya.

Adapun tiga kemantren yang menjadi lokasi peluncuran gerakan ‘Jogja Merdeka Vaksin’ itu adalah di Kemantren Meregangsan, Danurejan, dan Tegalrejo. Selanjutnya akan menyasar di 11 kemantren lain untuk melayani vaksinasi setiap hari, tergantung ketersediaan petugas vaksinator maupun SDM lain. “Nantinya semakin banyak nakes dan relawan yang terlibat di 14 kecamatan,” jelasnya.

Sejauh ini, warga Kota Jogja yang belum memperoleh vaksinasi 239.387 orang. Capaian untuk vaksinasi warga Kota Jogja sendiri sampai saat ini sudah 32,1 persen atau sebanyak 113.212 orang. Sedangkan dari jumlah wajib vaksinasi penduduk kota berusia 12 tahun ke atas yaitu 352.599 orang.

Untuk memenuhi target capaian kekebalan kelompok pada Agustus, Kota Jogja harus mampu memvaksin sebanyak 11.300 orang per hari. “Harapan kami per hari ini setidaknya bisa mencapai angka 500 orang sudah bagus. Kalau dikalikan 14 kecamatan, sudah sembilan ribuan. Jadi nggak berhenti,” terangnya.

Namun demikian, ia tidak menampik kendala percepatan vaksinasi ini adalah ketersediaan tenaga kesehatan yang bertugas karena terbatas. HS pun mengajak masyarakat dan pemuda untuk terjun menjadi relawan vaksinasi.

“Ini saya berharap partisipasi relawan vaksin. Ayo, warga kota khususnya pemuda-pemudi untuk bantu administrasi, pencatat, pengundang. Pendata itu kan tidak harus nakes. Bisa dari warga sekitar,” tambahnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja Emma Rahmi Aryani mengatakan, kegiatan vaksinasi reguler di 18 puskesmas dan 13 rumah sakit, 11 rumah sakit umum, dua RS KIA, dan tiga klinik tetap dapat diakes masyarakat. Namun hingga Agustus nanti tetap fokus untuk mengejar kekebalan kelompok dengan memprioritaskan vaksinasi bagi warga Kota Jogja lebih dahulu.

“Itu setiap hari secara reguler. Harapannya di bulan Agustus akan full enam hari, tapi juga melihat ketersediaan SDM,” katanya.
Menurut data Dinkes, jumlah kasus aktif Covid-19 di Kota Jogja per hari Minggu (25/7) sebanyak 3.628 kasus, dengan tingkat kesembuhan sebesar 74,7 persen.

Sementara itu, kalangan legislatif mendukung penuh program ‘Merdeka Vaksin’ yang digulirkan Pemkot Jogja.
Anggota Pansus Pengawasan Penanganan COVID-19 DPRD Kota Jogja Nurcahyo Nugroho meminta pemkot memanfaatkan antusiasme warga untuk divaksin saat ini.”Target 17 Agustus nanti, 70 persen penduduk kota sudah vaksin harus bisa tercapai. Mumpung momennya tepat, warga sangat antusias,” katanya.

Buktinya, dia mencontohkan, pendaftaran di sentra vaksinasi GL Zoo lewat aplikasi Jogja Smart Service (JSS) pun bisa langsung penuh hanya dalam tempo satu jam. “Terus, yang di kecamatan (Mergangsan, lokasi vaksinasi massal dan peluncuran ‘Merdeka Vaksin’) ini juga sangat antusias, warga berdatangan,” ungkapnya.

Menurut politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut, target herd immunity per 17 Agustus 2021 mendatang dan bertepatan dengan hari kemerdekaan RI, cukup realistis seandainya percepatan vaksinasi digarap konsisten.

“Kalau tidak bisa 17, kepepetnya 30 Agustus tak masalah, selama masih Agustus. Yang penting 70 persen warga bisa tervaksin dulu, nanti sisanya kan gampang itu, bisa disisir lewat Puskesmas di Kota Jogja,” terang anggota Komisi B DPRD Kota Jogja itu.

Nurcahyo juga mengapresiasi langkah Pemkot yang mulai menggandeng relawan dari berbagai unsur, guna meringankan beban para vaksinator. Ia juga berharap, agar dalam tahap ini, warga kota pelajar jadi prioritas.(wia/laz)

Jogja Raya