RADAR JOGJA – Selain menjaga protokol kesehatan dengan ketat, vaksinasi adalah salah satu cara yang paling masuk akal agar kita pelan-pelan keluar dari pandemi Covid-19. Contoh yang paling nyata adalah apa yang terjadi di Eropa beberapa waktu lalu.

Bagi Anda penggemar sepak bola, tentu menyaksikan bagaimana ajang Piala Eropa bisa digelar dengan baik pada Juni hingga Juli. Bahkan di beberapa negara seperti Hungaria, stadion yang ada bisa dipenuhi oleh penonton. Tanpa ada aturan jaga jarak dan yang lainnya.

Keberanian pemerintah Hungaria melakukan itu bukan asal-asalan semata. Di negara itu, vaksinasi Covid-19 sudah menyasar lebih dari separo dari total rakyatnya, tepatnya mencapai 55 persen.

Sementara di Indonesia, perkembangan vaksinasi Covid-19 masih sangat rendah. Itu juga dengan catatan bahwa negeri ini adalah negeri keempat dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia. Data terbaru menunjukkan baru sekitar 6,5 persen penduduk Indonesia yang sudah mendapatkan vaksin secara penuh.

Angka yang cukup baik sebenarnya sudah dicapai oleh Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) dalam program vaksinasi Covid-19. Juru Bicara Satgas Covid-19 DIJ Bidang Kesehatan Berty Murtiningsih menyatakan, hingga 25 Juli 2021 persentase penduduk DIJ yang sudah mendapatkan vaksin secara penuh mencapai 14,37 persen.
“Jumlahnya sekitar 413.736 orang, sementara yang menerima dosis satu 36,72 persen atau angkanya mencapai 1.057389 orang,” kata Berty.

Sementara itu, jumlah sasaran yang akan mendapatkan vaksin di DIJ mencapai 2.879.699 orang. Jumlah itu sekitar 70 persen dari total penduduk DIJ. Diketahui, untuk mencapai herd immunity atau kekebalan komunal, sebuah daerah memang harus melakukan vaksinasi untuk minimal 70 persen dari penduduknya.

Berty menjelaskan, jumlah itu sudah termasuk para remaja yang berusia 12-17 tahun. Diketahui, kelompok masyarakat usia ini sebelumnya tidak mendapatkan jatah vaksin. Namun belakangan vaksin sudah dinilai aman untuk kalangan remaja. “Itu sudah semua, termasuk remaja di DIJ yang sasarannya 311.596 orang,” jelas Berty.

Terpisah, Sekprov DIJ Kadarmanta Baskara Aji menyatakan, pihaknya akan terus melakukan vaksinasi. Namun diakui, selama PPKM Darurat maupun PPKM Level 4 yang sekarang diberlakukan, jumlah orang yang divaksin mengalami sedikit penurunan.
Pasalnya, dalam PPKM itu juga ada aturan untuk tidak melakukan kegiatan yang menimbulkan kerumunan. Kendati demikian, ia menyatakan vaksinasi di DIJ ditargetkan bisa mencapai belasan ribu dosis per hari.

“Target sebenarnya 20 ribu per hari. Tapi saya rasa itu berat sekali, sepertinya yang realistis itu sekitar 14 ribu,” katanya.
Jika berjalan lancar, program vaksinasi di DIJ diharapkan bisa selesai dalam beberapa bulan ke depan. Aji berharap vaksinasi bisa selesai akhir September. “Tapi, ya tergantung ketersediaan vaksin. Sekarang sih stoknya cukup banyak dan kami juga dibantu TNI dan Polri dalam proses vaksinasi itu,” tandas mantan kepala Didikpora DIJ ini.

Sementara itu, hampir semua karyawan Radar Jogja telah divaksin. Dengan demikian, relasi tidak perlu lagi ragu-ragu untuk menjalin bisnis dengan Radar Jogja. (kur/laz)

Jogja Raya