RADAR JOGJA – Sekprov Pemprov DIJ Kadarmanta Baskara Aji menuturkan Pemprov DIJ resmi membentuk satgas pasien Covid-19 isolasi mandiri (isoman). Kebijakan ini mengacu pada tingginya kasus angka mortalitas dalam sebulan terakhir. Tim ini nantinya berada dibawah komando Danrem 072/Pamungkas.

Tim ini beranggotakan 100 orang tenaga kesehatan. Untuk kemudian mengawasi seluruh pasien Covid-19 yang menjalani isoman di rumah.

“Satgas isoman sudah ada, akan rekrut sekitar 100 orang dibawah koordinasi Danrem (072/Pamungkas). Jobnya susun bersama dengan IDI (Ikatan Dokter Indonesia) sehingga akan terju ke lapangan,” jelas Kadarmanta Baskara Aji ditemui di Kompleks Kantor Kepatihan Pemprov DIJ, Senin (26/7).

Aji menjelaskan pendampingan pasien isoman, lanjutnya, tetap melibatkan penanggungjawab wilayah setempat. Seperti Babinsa, Bhabinkamtibmas dan puskesmas wilayah. Ini karena pendataan awal telah dilakukan oleh jajaran tersebut.

Pembentukan satgas ini telah dikonsultasikan kepada Menteri Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan. Tujuan utama agar dapat mengurangi angka kematian pasien Covid-19 isoman. Selain itu juga memastikan kondisi kesehatan terpantau secara optimal.

“Ada dokter, tenaga perawat yang penting nakes dan yang penting tahu penanganan (Covid-19). Pak gubernur (Hamengku Buwono X) sudah diskusi dengan pak Luhut, intinya mengurangi angka kematian terutama pasien isoman,” kata Sekprov Pemprov DIJ Kadarmanta Baskara Aji.

Aji memaparkan mayoritas penyebab pasien Covid-19 isoman meninggal dunia adalah kurangnya pengawasan. Terlebih masih ada warga yang tidak melaporkan isoman kepada aparatur wilayah. Alhasil pantauan kondisi kesehatan tidak berjalan.

“Lalu kecenderungan orang kena covid tingkat staurasi turun sangat cepat. Tidak ada gejala apa-apa, 1 atau 2 hari sesak nafas lalu meninggal. Ini harus tangani dengan cepat,” ujarnya.

Peran satgas isoman juga mempertimbangkan kondisi pasien. Apabila muncul gejala atau terjadi perburukan kesehatan maka wajib dirujuk. Selain itu juga mengajak untuk melakukan isolasi di shelter.

“Lebih baik pindah karena di isolasi terpusat itu ada permakanan, lalu vitamin yang memang sudah disiapkan. Lebih jauh juga agar tak ada penularan keluarga,” katanya.(dwi/sky)

Jogja Raya