RADAR JOGJA – Terpisah, Ketua MGMP Seni Budaya Kabupaten Ngawi Suyatno mengaku sudah lama menantikan workshop menggambar digital yang diselenggarakan PKM Unesa. Sebab, pria 56 tahun ini ingin mengikuti perkembangan zaman di era digital. “Ini lebih murah, karena kami tidak harus beli kertas dan cat. Kalau ada kesalahan, bisa diedit,” ujarnya.

Kendati begitu, Suyatno sempat merasa kesulitan. Lantaran banyaknya atribut yang dapat digunakan di Sketchbook. “Perlu mengeksplorasi lebih dalam supaya karya jadi lebih berkarakter,” katanya.

Selanjutnya guru seni rupa ini berniat menyebarluaskan pengetahuan menggunakan Sketchbook kepada peserta didiknya. Dia pun menilai, siswa usia remaja familiar menggunakan gawai. “Anak-anak sepertinya lebih suka, karena familiar dengan handphone (HP),” tuturnya.

Selain itu, Suyatno berencana untuk mengaplikasikan karya gambar digitalnya pada kaos. Sehingga ilmu yang didapatnya dapat dimanfaatkan seluas-luasnya. “Sekarang untuk pasar digital sangat luas. Juga di samping sebagai hobi. Ada peluang untuk dijadikan sebagai penghasilan,” cetusnya. (fat/laz)

Jogja Raya