RADAR JOGJA – Aksi unjuk rasa mengkritisi di kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di titik nol kilometer berlangsung aman dan lancar. Walau para pedagang Malioboro sempat berjaga sisi utara namun tak terjadi bentrokan. Peserta aksi hanya melakukan unjuk rasa di Simpangempat Titik Nol Kilometer.

Setibanya di Simpangempat Titik Nol Kilometer, satu persatu peserta aksi beroasi. Dalam aksinya ini mereka menuntut pemerintah menerapkan Undang-Undang Kekarantiaan Kesehatan secara total. Apabila aktivitas masyarakat dibatasi, maka wajib ada biaya hidup.

Perwakilan Humas Aliansi Rakyat Bergerak (ARB), Revo menampik aksi unjuk rasa akan berujung ricuh. Dia memastikan para peserta aksi telah berkomitmen. Mengutamakan suara aspirasi tentang kebijakan PPKM.

“Aksi kami tidak mengajak masyarakat untuk berbuat rusuh. Dari kamasan (Asrama Mahasiswa Papua) sampai nol kilometer long march. Sambil memborong bahan dagangan PKL yang kami temui di jalan. Lalu menyampaikan borasi secara tertib sampai aksi pulang nanti,” jelasnya ditemui di Titik Nol Kilometer, Sabtu (24/7).

Revo menuturkan kebijakan PPKM sangatlah tidak optimal. Bertujuan menekan angka kasus Covid-19, namun terjadi sebaliknya. Berdasarkan analisa mereka, angka kasus Covid-19 justru meningkat.

“PPKM sampai hari ini tidak memberikan impact kepada masyarakat. Kami lihat justru semakin banyak kasus korban Covid dan menurunnya perekonomian masyarakat,” kata Revo.

Secara khusus, Revo juga meminta Pemprov DIJ lebih peduli. Dalam artian menerapkan kebijakan dengan memperhatikan kesejahteraan masyarakat. Membiayai kehidupan masyarakat selama menjalani kebijakan PPKM.

“Kami menuntut kepada pemerintah Jogjakarta dan jajarannya untuk memberlakukan UU Kekarantiaan Kesehatan. Harapannya memenuhi kebutuhan masyarakat apabila PPKM diperpanjang. Kalau tidak bisa menjamin kehidupan masyarakat jangan halangi untuk mencari ekonomi,” ujar Perwakilan Humas Aliansi Rakyat Bergerak (ARB), Revo.

Revo memastikan aksi unjuk rasa di Jogjakarta tidak berjilid-jilid. Hanya saja tetap ada pantauan atas kebijakan PPKM. Terlebih pasca habisnya masa perpanjangan PPKM Level 3 dan 4, Sabtu (25/7).

“Kalau di Jogja, aksi hari ini saja. Untuk PPKM itu mengikuti informasi dari pemerintah. Kalau sampai diperpanjang lagi kemungkinan akan konsolidasi mengajak masyarakat dan membahas UU Kekarantiaan Kesehatan,” katanya.(dwi/sky)

Jogja Raya