RADAR JOGJA – Perkembangan zaman menuntut masyarakat serba praktis, termasuk dalam mencipta sebuah karya. Sementara era digital memberi ruang lebih luas untuk memperkenalkan kekaryaannya. Peluang ini terbidik oleh Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Unesa bekerjasama dengan MGMP Seni Budaya Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, menyelenggarakan program pengabdian kepada masyarakat (PKM). Kegiatan PKM ini bertajuk Workshop Digital Drawing dengan Aplikasi Sketchbook.

“Melakukan PKM merupakan salah satu dari tugas dosen. Selain mengajar dan meneliti,” papar Dosen Seni Rupa Unesa Wening Hesti Nawa Ruci kepada Radar Jogja kemarin (23/7).

Untuk itu, sebelum pelaksanaan PKM, Unesa terlebih dahulu menelusuri masalah dan potensi yang ada di Kabupaten Ngawi. Ternyata di tanah kelahiran sastrawan dan budayawan tersohor Umar Kayam ini sulit ditemukan toko alat lukis yang lengkap.

“Jadi cukup sulit mendapatkan akses alat lukis. Sementara selama work from home (WFH) banyak anak yang killing time. Saya punya ide, bagaimana kalau (membuat workshop, Red) menggambar secara digital saja. Jadi lebih kekinian dan variatif,” bebernya.

Setidaknya terdapat 20 peserta yang mengikuti workshop yang diselenggarakan PKM Unesa. Target pelatihan merupakan para guru seni rupa yang ada di Ngawi. Sebab bertujuan melatih para guru agar memiliki variasi dalam mengajar.

Pelaksanaan workshop berlangsung pada 14 Juli dan 21 Juli 2021. “Siapa tahu para guru bisa berbisnis dengan digital drawing. Membuat konten dengan aplikasi Sketchbook kan bisa,” tambahnya.

Pemilihan Sketchbook dalam workshop dilandasi oleh kemudahan aplikasi itu sendiri. Di mana aplikasi ini gratis. Selain itu dapat digunakan di berbagai macam gawai, termasuk smartphone.

“Ada aplikasi menggambar digital lain, tapi berbayar dan hanya bisa di gawai tertentu. Nah, kalau Sketchbook semua gawai bisa. Tidak ada yang berbayar, semua gratis,” ujarnya.

Kendati terkendala jaringan internet, Wening berharap, terus terjalin sinergitas antara Unesa dan MGMP Kabupaten Ngawi, sehingga workshop dapat berkelanjutan dan berkembang lebih maksimal. “Ke depannya bisa membahas cara menjual ilustrasi ke ranah nasional dan internasional. Bisa pula cara mengaplikasikan karya ke produk UMKM,” sebutnya. (fat/laz)

Jogja Raya