RADAR JOGJA – BST sebesar Rp 600 ribu dan bantuan beras 10 kg mulai didistribusikan kepada KPM di Kota Jogja. Teknis penyalurannya langsung ke kantor-kantor kelurahan untuk menghindari potensi penumpukan massa dan kerumunan.

Kepala Kantor Pos Jogjakarta Anton Chrisna Setyanto mengatakan, kedua jenis bantuan itu diberikan dengan waktu berbeda. Pembayaran BST Rp 600 ribu diberikan sejak Rabu (21/7), sementara untuk bantuan beras 10 kg baru dimulai kemarin (23/7).

Hal ini karena penyalurannya dilakukan sesuai intruksi dari atas. “Penerima manfaat BST dan bantuan beras itu sama orangnya. Jadi orang itu dapat dua bantuan sekaligus, BST dan bantuan beras,” katanya.

Anton menjelaskan, BST yang diterima KPM merupakan kelanjutan dari tahap-tahap sebelumnya sejak 1 April 2020 diluncurkan. Saat ini yang disalurkan untuk tahap 14 dan 15 atau untuk bulan Mei dan Juni 2021 sebesar Rp 300 ribu per bulan. Namun, setiap KPM akan menerima langsung sebesar Rp 600 ribu. “Total penerima tetap masih sama dengan tahun lalu,” ujarnya.

Jumlah penerima BST tahap 14 dan 15 di Kota Jogja sebanyak 7.373 KPM. Penyalurannya agak sedikit berbeda. Jika sebelum ketentuan PPKM Darurat dilakukan di tiga titik lokasi pembayaran yakni Kantor Pos induk, Muja Muju, dan Gondokusuman dengan sasaran 45 kelurahan.

Maka selama ketentuan PPKM Darurat penyalurannya dirubah dilakukan di 45 kelurahan Kota Jogja untuk mengurai kerumunan di satu titik. Penerima bisa datang langsung ke kantor kelurahan setiap wilayah, dibatasi setiap jamnya hanya 30 orang.

“Kalau yang dulu tiga hari sudah selesai, tapi karena ini per kelurahan dengan kekuatan yang masih sama, sehingga makan waktu sampai 5 hari, dari 21 Juli sampai nanti terakhir hari Minggu (25/7),” jelasnya bicara target penyaluran BST tahap 14 dan 15.

Penyerapan BST di Kota Jogja mencapai hampir 99 persen untuk tahun 2020 lalu. Sisanya tidak bisa terserap karena sedang tidak berada di tempat atau di luar kota yang tidak bisa pulang karena terhambat ketentuan PPKM. Dan ada penerima bantuan yang meninggal dan belum ada ahli warisnya.

Diprediksi, pada tahun ini banyak penerima bantuan tidak bisa datang langsung karena masih melakukan isolasi mandiri (isoman). Menginat banyak sekali laporan itu yang masuk.

“Kami masih mencari cara bagaimana menyampaikan bantuan ini, sementara juga yang bersangkutan sendiri (isoman, Red) di lokasi itu. Jadi tidak bisa diwakilkan, karena beda KK,” jelasnya.

Dalam penyaluran BST ini juga sekaligus pendistribusian bantuan beras 10 kg kepada KPM di Kota Jogja. Dilakukan sejak kemarin (23/7), sementara uji coba dahulu untuk 851 KPM di lima titik/kelurahan. (wia/laz)

Jogja Raya