RADAR JOGJA – Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat meniadakan arak-arakan prajurit dan gunungan Garebeg Besar yang biasa dilakukan dalam rangka peringatan Hari Raya Idul Adha tahun ini yang jatuh Selasa (20/7). Peniadaan ini berkaitan dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Indonesia, termasuk DIJ.

Pengageng Kawedanan Hageng Panitrapura Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Condrokirono mengatakan, apabila prosesi pembagian uba rampe Garebeg Besar tahun ini dilakukan dengan sangat hati-hati. Mengingat masih dalam suasana PPKM, pembagian uba rampe gunungan hanya dibagikan terbatas kepada para abdi dalem keraton.

“Yang berbeda dengan tahun sebelumnya, di mana uba rampe dibagikan selesai dalam sehari. Tahun ini uba rampe gunungan dibagikan bertahap selama lima hari sejak 20 hingga 24 Juli 2021,” katanya kemarin.

Seluruh prosesi juga mengikuti prosedur dalam PPKM Darurat untuk mengurangi kerumunan. Penyesuaian juga dilakukan pada pembagian uba rampe ke Pura Pakualaman dan Kepatihan. “Uba rampe gunungan yang dibagikan ke Pura Pakualaman dan Kepatihan dilaksanakan pada hari berbeda. Hal ini untuk meniadakan kerumunan,” katanya.

Meski terdapat beberapa penyesuaian, ia mengatakan apabila esensi pelaksanaan garebeg tidak berkurang sebagai ungkapan syukur dan sedekah dari raja kepada kerabat dan rakyatnya. Prosesi ini juga sebagai wujud konsistensi Keraton Jogja dalam menjaga tradisi leluhur, meski dalam keterbatasan.

Selain itu, segala kegiatan pementasan paket wisata keraton juga masih diliburkan. Belum ada batas waktu yang tetap untuk kembali dibuka. Sebagai gantinya, keraton semakin rutin menghadirkan konten seputar kegiatan keraton lewat media sosial.

Mayoritas Masjid Sudah Taati Peraturan

PROKES KETAT: Pemantauan Satpol PP Kulonprogo bersama petugas gabungan Senin malam (19/7). Dari kegiatan ini mayoritas masjid telah menaati peraturan PPKM Darurat.(DOK SATPOL PP KULONPROGO)

Mayoritas masjid di Kulonprogo telah menaati aturan PPKM Darurat yang berlaku dalam perayaan Idul Adha kali ini. Sebagian panitia telah meniadakan salat Id dan meminta jamaah untuk beribadah dari rumah.

Sekretaris Satpol PP Kulonprogo Hera Suwanto mengatakan, dari hasil pengawasannya sebagian besar masjid di Kulonprogo telah menaati peraturan. Beberapa telah meniadakan salat Idul Adha dan takbiran, sementara sebagian lain menggelar dengan protokol kesehatan ketat.

“Secara umum takmir masjid dan masyarakat sudah mentaati imbauan pemerintah, dan dilaksanakan sebagaimana ketentuan surat edaran dari pemerintah,” ujar Hera Selasa (20/7).

Sementara dari pantauannya pada malam takbiran (19/7), ia menyatakan untuk Masjid Agung Pengasih telah mengimbau kepada seluruh jamaah untuk beribadah dari rumah. Kegiatan salat Idul Adha juga telah ditiadakan. Kemudian untuk Masjid Alfalah Sentolo terpantau kosong dan tidak melaksanakan kegiatan ibadah.

Pemantauan berlanjut ke Masjid Kauman Jatisarono Nanggulan, di masjid itu tetap melaksanakan kegiatan penyembelihan kurban namun dengan prokes ketat. Untuk kegiatan salat Id di wilayah itu juga tetap dilaksanakan, namun hanya dibatasi bagi warga sekitar saja.

“Hasil koordinasi kami dengan takmir, panitia telah memastikan setiap kegiatan di wilayahnya digelar dengan protokol kesehatan dan waktu yang sesingkat-singkatnya,” ujar Hera. (kur/inu/laz)

Jogja Raya