RADAR JOGJA – Sekprov Pemprov DIJ, Kadarmanta Baskara Aji memastikan poin perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 dan 4 mirip dengan PPKM Darurat. Kebijakan ini berlaku hingga 25 Juli 2021. Apabila kasus Covid-19 terus menurun maka skema pelonggaran kebijakan berlaku.

Mantan Kepala Disdikpora DIJ memastikan aturan ini mengacu Instruksi Menteri Dalam Negeri. Kebijakan tersebut ditindaklanjuti dengan turunnya Instruksi Gubernur DIJ. Untuk kemudian terimplementasi di setiap Pemerintah Kabupaten dan Kota.

“Kalau poinnya masih sama dengan PPKM Darurat. Bedanya cuma penyebutan dengan level 3 dan level 4. Terus berlaku hingga 25 Juli,” jelas Kadarmanta Baskara Aji┬áditemui di Kompleks Kantor Kepatihan Pemprov DIJ, Rabu (21/7).

Pelonggaran kebijakan PPKM tetap mengacu pada turunnya kasus Covid-19. Termasuk angka mobilitas di beberapa sektor ruang publik. Tentunya kebijakan ini tetap mengacu pada keputusan pemerintah pusat.

“Pemerintah pusat akan melihat angka penurunan itu maka ada beberapa pelonggaran secara bertrahap. Misalnya dibuka tiap hari sampai jam 20.00 jadi 21.00 dan ketentuan lain seperti saat kita PPKM,” kata Sekprov Pemprov DIJ, Kadarmanta Baskara Aji.

Berdasarkan catatan evaluasi, ada sejumlah penurunan mobilitas pasca PPKM Darurat. Untuk retail rekreasi turun 25 persen. Aktivitas di taman atau ruang publik berkurang 33 persen. Pusat transportasi umum berkurang 49 persen. Sementara untuk ruang kerja perkantoran turun 21 persen.

Tercatat pula peningkatan untuk sejumlah aktivitas. Seperti meningkatnya aktivitas di pusat perbelanjaan bahan makanan dan apotek sebesar 9 persen. Lalu di wilayah permukiman dan perkampungan sebesar 13 persen.

“Untuk wilayah perkampungan atau permukiman sekarang 13 persen. Kemarin sempat di angka 19 persen,” ujar Sekprov Pemprov DIJ, Kadarmanta Baskara Aji.

Untuk catatan zona merah di lingkungan Rukun Tetangga (RT) masih 192 berstatus zona merah. Detilnya 2 RT di Kota Jogja, 62 RT di Kabupaten Bantul, 10 RT di Kabupaten Kulonprogo, 7 RT di Kabupaten Gunungkidul dan 111 RT di Kabupaten Sleman.

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 Pemprov DIJ, jumlah kasus aktif mencapai 28.257 kasus. Dari total tersebut sebanyak 25.863 pasien menjalani isolasi mandiri di rumah. Jumlah ini menurun karena sempat berada di angka 28 ribu.

“Nah turun itu ada yang sembuh ada yang pindah ke shelter. Tingkat kematian 2,59 persen, lalu bed occupancy rate itu 90,2 persen. Akumulasi untuk kritikal dan non kritikal,” kata Kadarmanta Baskara Aji. (dwi/sky)

Jogja Raya