RADAR JOGJA – Gubernur DIJ, Hamengku Buwono (HB)  X  pastikan dana keistimewaan bisa digunakan untuk penanganan Covid-19. Perubahan ini telah melalui tahapan desain ulang. Sama halnya realokasi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Pemanfaatan anggaran, lanjutnya, terbagi dalam beberapa aspek. Mulai dari bantuan untuk kelompok sosial hingga pemenuhan kelengkapan sarana dan prasarana kesehatan. Tentunya yang terkait penanganan Covid-19.

“Kami sudah mendesain tidak hanya dari Danais tapi juga dari APBD untuk refocusing anggaran. Besok atau lusa mungkin sudah selesai semuanya. Yang danais sudah, sekarang baru kita teliti,” jelas HB X ditemui di Bangsal Kepatihan Pemprov DIJ, Rabu (21/7).

Walau begitu, HB X mengakui masih ada pekerjaan rumah. Berupa data penerima bantuan yang valid dan terbaru. Terutama kepada warga maupun pekerja yang terdampak pandemi Covid-19

Sebagai solusi, pihaknya akan melibatkan wadah atau asosiasi. Seperti paguyuban pedagang kaki lima dan pelaku usaha lainnya. Sehingga bantuan tepat guna dan tepat sasaran.

“Membantu UMKM lalu pekerja yang mungkin dirumahkan dan sebagainya, kalau satu persatu mau selesai sampai kapan. Kemungkinan mencari alternatif, misalnya Malioboro yang tahu ketua asosiasinya,” kata Gubernur DIJ, Hamengku Buwono (HB)  X.

HB X menjelaskan wujud bantuan adapula dalam stimulus pinjaman. Berupa pengajuan kepada koperasi di paguyuban yang menaungi. Tentunya dengan suku bunga yang sangat rendah.

“Setengah persen atau satu persen kepada anggota. Dengan harapan bisa memperkuat modal mereka sendiri. Bukan sekali habis,” ujarnya.

Skema ini harapannya dapat mempercepat proses penyaluran bantuan maupun stimulus. Memanfaatkan koperasi sebagai pendorong sektor ekonomi. Sehingga sektor ekonomi dapat lebih cepat bergerak.

“Yang penting bisa untuk meringankan beban kehidupan. Ini pilihan-pilihan, yang cepat bisa diambil tapi juga bisa kita pertanggungjawabkan kalau ada pemeriksaan dari BPK,” kata HB X. (dwi/sky)

Jogja Raya